[metaslider id="20825"]Terkait Larang Angkot Serang Masuk Kota Cilegon, Diduga Dishub Cilegon Tidak Indahkan Desakan Desakan Komisi II DPRD Cilegon
Connect with us

Terkait Larang Angkot Serang Masuk Kota Cilegon, Diduga Dishub Cilegon Tidak Indahkan Desakan Desakan Komisi II DPRD Cilegon

Uncategorized

Terkait Larang Angkot Serang Masuk Kota Cilegon, Diduga Dishub Cilegon Tidak Indahkan Desakan Desakan Komisi II DPRD Cilegon

Esbenews.co.id Cilegon – Desakan anggota Komisi II Kota Cilegon, Muhammad Yusuf Amin meminta Pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera menertibkan dan melarang angkutan umum angkot masuk jalur jalan protokol kota, sepertinya tidak digubris oleh pihak eksekutif. Padahal sudah berulang kali Komisi Ii mengingatkan hal iti, tetapi belum ada tanda-tanda pelarangan tersebut.
Beberapa kali wartawan mencoba mengetahui tindak lanjut dari desakan Komisi II tersebut ke Dishub, namun acapkali tak mendapat jawaban.
Kepala Dinas, Andi Afandi saat dijumpai sekilas mengatakan langsung tanyakan ke Kabid LLAJ, Uteng Dedi. Namun saat dijumpai Uteng berkilah bahwa Kepala Dinas sudah menanggapi hal tersebut dibeberapa media saat kunjungan Komisi II ke Dishub belum lama ini.
“Saya rasa bapak (Kadis) sudah menyampaikan semua terkait hal itu di hadapan para wartawan saat Komisi II Kunker ke kantor kita. Kalau saya menjawab kembali nanti tidak etis. Coba lihat di media lain,” kata Uteng kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin.
Mendapat jawaban seperti itu, wartawan mencari beberapa sumber berita terkait. Namun apa yang disampaikan Andi Afandi sesuai dengan penyampaian Uteng kepada wartawan ini ternyata tak ada satu pun dimuat baik di media cetak maupun online. Malah yang ada terkait berita terminal seruni, bukan desakan Komisi II atas Dishub Larang angkot dari Serang masuk jalur kota Cilegon.
Kemarin, Senin (30/1) wartawan media ini kembali mencoba meminta tanggapan Uteng. Namun, lagi-lagi tak berhasil. Saat wartawan menyodorkan pertanyaan kala Uteng keluar dari ruang kerjanya, hanya janji bohong yang diucapkan.
“Nanti ya, saya turun dulu nanti saya naik lagi ke atas,” katanya sembari meninggalkan wartawan.
Sebelumnya dberitakan, Muhammad Yusuf Amin, anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon mendesak agar Pemkot melarang mobil angkot Serang masuk jalan protokol kota. Selain untuk mengurangi kemacetan, pelarangan itu didasari semangkin menurunnya penghasilan sopir angkot dalam kota akibat susahnya dapatkan penumpang, karena harus berbagi dengan angkot lain dari luar seperti Serang.
Dia mengungkapkan, Pemkot Cilegon tidak mendapat keuntungan apapun atas aktivitas dan mobilisasi angkot Serang selama masuk jalan wilayah Kota Cilegon. Yang ada justru mengurangi penghasilan sopir angkot yang khusus jalur cilegon dalam kota.
“Kontribusinya angkot dari Serang masuk kota Cilegon apa?, bikin kemacetan dan ganggu ladang usahanya angkot kota saja. Karena di jalur protokol kita ini kan sudah ada khusus angkot trayek dalam kota. Angkot Serang cukup sampai terminal saja,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjannya.
Dia mendorong agar Pemkot Cilegon bisa mempertegas pelarangan angkot dari Serang masuk kota lagi. Karena tidak ada kontribusi pendapatan daerah, Cukup lah angkot Serang itu sampai di terminal Seruni. Sekaligus memaksimalkan pungsi terminal Seruni.
“Bila perlu nanti buat payung hukumnya, bahwa mobil angkot Serang cukup trayeknya sampai terminal Seruni saja. nanti angkot kita dalam kota yang angkat mengangkut penumpang dari terminal menuju masuk dalam kota atau tujuan lainnya,” ucapnya anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.
Selain bisa meningkatkan kesejahteraan sopir angkot dalam kota, bisa makin menghidupkan denyut nadi perekonomian di terminal.
“Kan kalau angkot serang masuk terminal, maka terminal akan ramai lagi. Perputaran perekonomian bergeliat kembali. Jelas ini meningkatkan kesejahteraan banyak kalangan lagi, mulai sopir angkot dalam kota, pedagang, dan retribusi ke daerah ada,” terangnya.
Dia menjelaskan, masalah transportasi ini kan tidak hanya menjadi urusan Pemkot Cilegon saja, tapi berkaitan juga dengan Dishub Provinsi Banten dan Dishub Kabupaten Serang.
“Ke depan kita Komisi II siap fasilitasi kembali dengan mengundang semua pihak yang terlibat, untuk mewujudkan itu,” katanya.
Sementara itu, At salah seorang sopir angkot jurusan kota merespon sangat senang jika diberlakukan aturan pelarangan trayek angkot serang masuk jalur dalam kota.
“Kalu itu kami senang sekali, kami bisa banyak dapat penumpangnya. Penumpang banyak, uang pun dapat banyak. Anak istri senang, karena bapaknya bawak uang banyak pulang narik,” katanya dengan gelak tawa. ( Handi )

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi