Uncategorized
Aktivis Siapkan Demontrasi, Jika Walikota Serang Tidak Bertindak Tegas
SERANG, Siber.news – Belum adanya tanggapan resmi dari Wali Kota Serang Budi Rustandi maupun pihak terkait dalam dua hari terakhir terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan perilaku arogan oknum staf berinisial M—anak menantu Sekretaris Daerah Nanang Saefudin—membuat aktivis Kota Serang Rahmat Gunawan semakin mempertegas sikapnya. Ia memberikan batas waktu hingga Senin depan bagi kepala daerah untuk bertindak tegas, atau siap-siap menghadapi gelombang protes di depan kantor Pemkot Serang.
“Kami masih memberi kesempatan sampai hari Senin, 3 Agustus 2026. Jika sampai saat itu belum ada langkah nyata, pemanggilan, maupun pernyataan tegas dari Bapak Wali Kota Budi Rustandi maupun Inspektorat, kami bersama elemen masyarakat lain bertekad menggelar aksi unjuk rasa terbuka,” tegas Rahmat saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).
Rahmat menegaskan, desakan ini bukan sekadar isu pribadi, melainkan soal kredibilitas tata kelola pemerintahan dan harga diri seluruh pegawai yang bekerja secara profesional. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap budaya nepotisme dan “kesultanan birokrasi” akan semakin merusak kepercayaan publik.
“Kami minta ketegasan tanpa kompromi: pertama, segera panggil oknum M untuk dimintai keterangan; kedua, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Sekda terkait pengawasan internal; ketiga, berikan sanksi tegas jika terbukti melanggar aturan—tanpa pandang bulu, tidak peduli siapa kerabatnya,” tuntutnya.
Menurut Rahmat, banyak ASN dan staf di lingkungan Setda yang berani mengakui ketidaknyamanan namun enggan bersuara secara terbuka karena takut balas dendam. “Birokrasi tidak boleh dijalankan berdasarkan hubungan kekeluargaan, melainkan kompetensi, aturan, dan pelayanan publik,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Sekretariat Daerah Kota Serang, Sekda Nanang Saefudin, maupun ruang kerja Wali Kota Serang belum merilis pernyataan resmi menanggapi desakan tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat ke sejumlah pejabat terkait juga belum mendapat balasan.
Jika batas waktu lewat tanpa tindakan, Rahmat menyatakan aksi akan dilakukan secara damai namun tegas, dengan membawa tuntutan pembersihan praktik feodalisme dan nepotisme di jajaran Pemkot Serang. “Ini demi reformasi birokrasi yang sebenarnya di Kota Serang,” pungkasnya.
Tudingan miring kembali menerpa jajaran birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Seorang oknum staf di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Serang berinisial M, yang diketahui merupakan anak menantu dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, diduga bertindak arogan dan melampaui batas kewenangannya.
M, yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, disinyalir kerap “berperilaku bagaikan sultan” di lingkungan kerja.
Menurut informasi yang dihimpun, M tak segan-segan memberi perintah langsung kepada staf lain yang sejatinya memiliki posisi atau senioritas di atasnya, diduga hanya dengan mengandalkan status kekeluargaannya dengan pimpinan tertinggi birokrasi di Kota Serang tersebut. (Dinar)






