[metaslider id="20825"]Pasar Wayhalim Bandar Lampung Terbakar Hebat
Connect with us

Pasar Wayhalim Bandar Lampung Terbakar Hebat

Uncategorized

Pasar Wayhalim Bandar Lampung Terbakar Hebat

Jurnalis : Agus Rahardja
SBNews – Bandara Lampung l penampungan pedagang Pasar Perumnas Wayhalim, Bandarlampung terkabar hingga nyaris tak tersisa.
Saksi mata warga yang tinggal tak jauh dari lokasi penampungan tersebut, Beni mengatakan api terlihat membesar sekitar usai salat Magrib. “Habis mas…Warga di sini tadi sempat membantu memadamkan api sebisanya,” kata dia.
Selang beberapa waktu pemadam kebakaran tiba, namun api sudah menghanguskan sebagian besar kios.
Kios-kios penampungan tersebut terletak di tanah lapang antara masjid dan sebuah sekolah. 
Sebelumnya diwartakan Pasar Perumnas Wayhalim, Kota Bandarlampung hasil renovasi segera ditempati setelah Dinas Perdagangan setempat mengundi rumah toko yang akan menjadi tempat berdagang.
“Dalam waktu dekat akan segera ditempati, tapi setelah melakukan pengundian ruko,” kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN, di Bandarlampung, Selasa.
Dia mengatakan, Senin (22/1) pekan depan akan segera melakukan pengundian ruko dan usai melaksanakan itu pedagang bisa menempatinya.
Menurutnya, untuk saat ini pengembang diminta lebih dirapikan lagi, agar penjual dan pembeli bisa nyaman dalam bertransaksi di sana.
“Saya minta pengembang merapikan lagi agar yang menunggunya lebih aman dan nyaman, kekurangan beberapa titik tadi sudah diberitahukan kepada unit yang bertanggungjawab agar menegur ke pengusahanya,” kata dia.
Ia menegaskan, sebelum diundi diminta untuk dibersihkan lagi, dan pengundian nanti akan dilakukan satu per satu.
“Misalkan pedagang sayuran dulu yang diundi, dilanjutkan pedagang ikan dan pedagang pakaian,” katanya pula.
Menurutnya, pihak yang mengundi nanti langsung pedagang agar terbuka dan pedagang nantinya tidak bisa menjual serta menyewakan ke pihak lain.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi