Uncategorized
Gunung Anak Krakatau Erupsi 15 Kali dalam Semalam, Polsek Cinangka Gencarkan Pemantauan dan Mitigasi
SERANG, Siber.news – Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Berdasarkan data resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Geologi KESDM, gunung api aktif tersebut tercatat mengalami 15 kali erupsi beruntun pada Sabtu (31/10/2026) malam, rentang pukul 18.30 WIB hingga 23.23 WIB.

Meskipun letusan tidak teramati secara visual akibat gelap malam dan kondisi cuaca, rekaman seismogram menunjukkan lonjakan tremor dan gelombang seismik yang cukup kuat. Beberapa letusan signifikan yang tercatat antara lain:
- Pukul 19.38 WIB: Amplitudo maksimum (ampmax) 48.0 mm dengan durasi ± 147 detik.
- Pukul 19.54 WIB: Ampmax naik menjadi 50.0 mm dengan durasi ± 39 detik.
- Pukul 20.02 WIB & 20.06 WIB: Ampmax masing-masing mencapai 55.0 mm dan 51.0 mm dengan durasi panjang mencapai 156 detik.
- Pukul 20.18 WIB & 20.24 WIB: Menjadi puncak tremor terbesar, mencatatkan ampmax masing-masing 58.0 mm dan 54.0 mm, dengan durasi terlama mencapai 271 detik (lebih dari 4 menit).
Secara teknis, durasi letusan yang melebihi dua menit (120 detik) dengan intensitas lebih dari 10 kali dalam kurun beberapa jam menempatkan aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam kategori tinggi atau di luar kebiasaan.
Menanggapi lonjakan aktivitas vulkanik tersebut, jajaran Polsek Cinangka, Polres Cilegon, langsung bergerak cepat melakukan monitoring ketat guna memastikan kesiapsiagaan mitigasi bencana serta menjaga kondusivitas masyarakat pesisir.
Kapolres Cilegon, AKBP Andika Adi Pradana, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Cinangka, menginstruksikan seluruh personel untuk memperkuat koordinasi dengan Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran. Arahan ini segera ditindaklanjuti oleh tim piket Polsek Cinangka yang dipimpin oleh AIPDA Deni Irawan (Ka SPK), BRIGPOL Irvan (Piket Reskrim), dan BRIPTU Alan (Bhabinkamtibmas Desa Pasauran) melalui pemantauan sistem Volcanic Eruption Notice (MAGMA-VEN).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk memahami perbedaan sistem pelaporan kebencanaan, di mana Volcanic Eruption Notice (MAGMA-VEN) menyajikan informasi cepat real-time, sedangkan Volcanic Activity Reporting (VAR) merangkum perkembangan kondisi secara menyeluruh.
Selain ancaman hujan abu lebat, Polsek Cinangka mengingatkan warga pesisir mengenai bahaya sekunder berupa timbulnya Gas Beracun (Laze). Fenomena Laze terjadi ketika lava panas berinteraksi langsung dengan air laut atau air hujan, menghasilkan asam klorida, uap pekat, dan partikel kaca halus yang sangat berbahaya bagi saluran pernapasan.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III (Siaga). Demi menjaga keselamatan bersama, Polsek Cinangka menegaskan beberapa poin rekomendasi utama:
- Patuhi Zona Bahaya (5 KM): Masyarakat, nelayan, pendaki, dan wisatawan dilarang keras mendekati pusat erupsi dalam radius 5 kilometer, serta radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara.
- Proteksi Diri di Pesisir: Warga diimbau menyiapkan masker medis dan kacamata pelindung, terutama saat berkendara roda dua, guna mengantisipasi paparan abu vulkanik dan gas Laze.
- Pembatasan Sewa Perahu: Pemilik kapal, pengelola dermaga, serta pelabuhan lokal dilarang menyewakan perahu kepada wisatawan yang berniat mendekati zona merah.
- Masyarakat Diminta Tetap Tenang: Warga di kawasan pesisir Selat Sunda (Banten dan Lampung) diminta tidak terprovokasi isu hoaks yang menyebutkan erupsi ini berpotensi memicu tsunami. Aktivitas warga dapat berjalan normal dengan tetap memantau arahan BPBD setempat.
Informasi terkini dan validitas data aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diakses melalui PVMBG di nomor (022) 7272606, Pos Pengamatan Krakatau Pasauran di nomor (0254) 651449 / 085846324506, atau situs resmi magma.esdm.go.id.






