Uncategorized
Niat Menegur Vandalisme, Penjaga Gudang Malah Babak Belur Dikeroyok di Lebak
LEBAK, Siber.news – Aksi anarkisme jalanan kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Lebak. Kali ini, nasib nahas menimpa Priyatna, seorang petugas keamanan sekaligus penghuni area eks pabrik air kemasan AERIO, di Kampung Tajur, Desa Kadu Agung Barat, Kecamatan Cibadak. Priyatna terpaksa dilarikan ke RSUD Adjidarmo Lebak setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh belasan pemuda pada dini hari tadi.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Gonggongan Anjing sekitar pukul 03.00 WIB. Suasana sunyi di kawasan eks pabrik AERIO mendadak pecah saat anjing penjaga di lokasi tersebut terus menggonggong tanpa henti. Merasa ada yang tidak beres, Priyatna terbangun dari tidurnya untuk memeriksa situasi di luar bangunan yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya tersebut.
Langkah kaki Priyatna terhenti saat ia mendapati pemandangan yang merusak estetika bangunan: sekitar belasan orang tengah sibuk mencorat-coret (vandalisme) tembok gudang dengan cat semprot.
Berniat menjalankan fungsinya sebagai penjaga keamanan, Priyatna mendekati kerumunan tersebut. Ia bermaksud menegur dan menanyakan alasan kelompok tersebut merusak tembok bangunan yang ia jaga. Namun, bukannya mendapatkan penjelasan atau permintaan maaf, kelompok tersebut justru bereaksi beringas.
Tanpa basa-basi, belasan orang tersebut langsung mengepung dan mengeroyok Priyatna secara membabi buta. Kalah jumlah, korban tidak mampu melakukan perlawanan berarti.
“Korban bermaksud menegur baik-baik, namun kelompok tersebut justru menyerang secara bersama-sama. Akibatnya, korban menderita luka berat, terutama di bagian kepala,” ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.
Pasca kejadian, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Priyatna yang bersimbah darah kemudian dievakuasi ke RSUD Lebak untuk mendapatkan perawatan intensif. Selain menjalani pengobatan medis, pihak keluarga dan korban juga telah melakukan visum sebagai bukti hukum atas tindakan kekerasan yang dialaminya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Priyatna dilaporkan masih sangat lemah dan tidak dapat beraktivitas. Luka berat di bagian kepala membuatnya harus menjalani observasi ketat oleh tim medis.
Aksi vandalisme yang berujung pengeroyokan ini menimbulkan keresahan besar bagi warga di Desa Kadu Agung Barat. Lokasi kejadian yang merupakan area eks pabrik memang tergolong sepi saat malam hari, sehingga seringkali menjadi sasaran empuk kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab.
Masyarakat mendesak pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cibadak dan Polres Lebak untuk segera memburu para pelaku. Barang bukti berupa coretan di tembok dan hasil visum diharapkan menjadi pintu masuk bagi pihak berwajib untuk mengidentifikasi kelompok vandalisme yang kerap meresahkan wilayah Cibadak.
Hingga saat ini, tim media masih berusaha menghubungi pihak Kepolisian setempat untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai penanganan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh belasan orang tersebut.






