[metaslider id="20825"]Panglima TNI : Babinsa dan Babinkamtibmas Berperan Sentral Mencegah Radikalisme
Connect with us

Panglima TNI : Babinsa dan Babinkamtibmas Berperan Sentral Mencegah Radikalisme

Uncategorized

Panglima TNI : Babinsa dan Babinkamtibmas Berperan Sentral Mencegah Radikalisme



Sumber : Puspen TNI
Publish : Saeful Bahri

Jakarta, SBNews.co.id – Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bintara Pembina Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat
(Babinkamtibmas) berperan sangat sentral dalam mendeteksi
dan mencegah secara dini bibit-bibit radikalisme
. Untuk itu, Babinsa dan
Babinkamtibmas
dalam
menjalankan tugasnya harus
berkoordinasi dan bekerja
sama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh
komponen masyarakat dalam upaya
kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI
Hadi Tjahjanto,
S.I.P. di hadapan sekitar 2.600 Keluarga Besar TNI-Polri, Tokoh Agama, Alim Ulama
dan Tokoh
Masyarakat
pada acara
buka
puasa bersama dalam rangka Safari Ramadhan
1439 H Panglima TNI dan Kapolri Jenderal Polisi Tito
Karnavian
, di Markas Polisi Resort Kota Besar Surabaya (Mapolrestabes), Jl. Sikatan
No.1, Krembangan,
Kota Surabaya,
Jawa Timur, Kamis (31/5/2018).

Lebih
lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa r
adikalisme bisa dicegah apabila setiap warga masyarakat sangat peduli pada lingkungan masing-masing dan membuka wawasan serta
mengembangkan cara berpikir dengan seluas-luasnya.
Dalam kitab suci Al Quran yang pertama kali diturunkan adalah memerintahkan umat manusia untuk
membaca
. “Umat muslim harus berusaha untuk
meningkatkan pengetahuan dan terus belajar
. Jangan terjebak pada pemahaman
sempit yang justru menutup perintah untuk membaca tersebut
,” ujarnya.

“Kita  perlu bahu
membahu untuk memberikan pemahaman yang positif, merangkul seluruh
komponen bangsa serta
mengambil tindakan preventif untuk mencegah radikalisme
dan terorisme. Kita tidak ingin negeri ini menjadi
seperti daerah-daerah konflik di belahan bumi lain
,kata Marsekal TNI Hadi
Tjahjanto.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sangat diperlukan keterpaduan antara masyarakat luas dan aparat untuk
membendung pengaruh radikalisme yang dapat berujung pada
tindakan anarkis dan aksi-aksi
terorisme
. Selain itu, diperlukan kepedulian para orang tua untuk
mengawasi anak-anaknya dari pengaruh radikalisme melalui media sosial
. “Saat ini,
banyak generasi muda yang terpapar radikalisme melalui
media sosial dan pertemuan-pertemuan tertutup
,” ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI
Hadi Tjahjanto dan
seluruh
prajurit TNI mengucapkan turut berduka dan bela sungkawa atas jatuhnya korban
akibat serangan teroris yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya
. “Serangan tersebut menjadi
bukti bahwa tindakan terorisme merupakan jalan yang salah dalam
memperjuangkan keyakinan karena mencederai rasa kemanusiaan, merugikan dan
menyakiti orang lain dan bahkan termasuk anak-anak
yang tidak berdosa,” terangnya.

Kegiatan buka puasa bersama di Mapolrestabes,
diisi dengan kultum oleh Prof
. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dilanjutkan Sholat Maghrib berjamaah
serta pemberian santunan kepada Anak Yatim Piatu dan
Warakawuri TNI-Polri.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, diantaranya Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny
Hadi Tjahjanto,
Asintel  Panglima TNI Mayjen TNI  Benny Indra Pujihastono, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman,
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., Kapolda Jatim
Irjen Pol
. Machfud Arifin, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Dankorps Brimob Irjen Pol. Rudi
Sufahriadi dan Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto.
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi