Diduga Beton Tanpa Tes Kubus "GMAKS" Minta Uji Petik Pelaksanaan Cor Beton PISEW Di Desa Bugel-Kadu Bereum Padarincang
Connect with us

Diduga Beton Tanpa Tes Kubus “GMAKS” Minta Uji Petik Pelaksanaan Cor Beton PISEW Di Desa Bugel-Kadu Bereum Padarincang

Diduga Beton Tanpa Tes Kubus GMAKS Minta Uji Petik Pelaksanaan Cor Beton PISEW Di Desa Bugel-Kadu Bereum Padarincang 2

Berita hari ini

Diduga Beton Tanpa Tes Kubus “GMAKS” Minta Uji Petik Pelaksanaan Cor Beton PISEW Di Desa Bugel-Kadu Bereum Padarincang

Serang, siber.news | pelaksanaan program PISEW tahun 2021 sebagaimana diberitakan sebelumnya di siber.news dimana diakui Yayin sebagai BKAD yang menyatakan proyek sudah selesai bahkan sudah di Survey, namun pernyataan tersebut dibantah oleh Muktar Kepala Desa Bugel yang masih menyisakan sekitar 80 meter, sehingga hal ini menjadi attensi dan tanya besar bagi para pemerhati program pemerintah.

Baca Juga : Program PISEW TH. 2021 Desa Kadu Bereum Dan Desa Bugel Kecamatan Padarincang Diduga Bermasalah

Dijumpai Ketua Umum Gerakan Masyarakat Anti Kriminalitas (GMAKS) Saeful Bahri di ruang kerjanya Sabtu (4/12). Menurutnya, Pengakuan yang dikatakan oleh Ketua BKAD sebagai pelaksana bisa saja menyatakan demikian tapi faktanya belum selesai. Tetapi dibalik semuanya itu harus dibuktikan dengan dokumen fakta yang jelas atas program yang dilaksanakannya.

Diduga Beton Tanpa Tes Kubus GMAKS Minta Uji Petik Pelaksanaan Cor Beton PISEW Di Desa Bugel-Kadu Bereum Padarincang 2

“Jika Memang BKAD telah menyatakan selesai pekerjaan sudahkah hasilnya dicek laboratorium secara benar dengan menggunakan Tes BETON KUBUS sebagai kelayakan standar dari bangunan beton yang dikerjakan itu,” ujarnya.

Baca Juga : Proyek Situ Cigambar Diduga Molor Hingga 2 Kali Addendum

BKAD sebagai pelaksana harus bertanggung jawab terhadap Amanah yang diembannya untuk melaksanakan proyek dari negara untuk kepentingan masyarakat, sambungnya.

 

“ kita akan laporkan kepada pihak Aparatur Hukum atas dugaan pelaksanaan PISEW ini, yang diduga dikerjakan asal jadi, selain itu dalam kejadian ini adanya konsfirasi lain dengan para pelaku program sehingga ada pos pos lain yang menyebabkan anggaran menjadi mengalami penyusutan yang berdampak pada kwalitas pekerjaan itu sendiri,” pungkasnya. (dd-siber)

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi