Program PISEW TH. 2021 Desa Kadu Bereum Dan Desa Bugel Kecamatan Padarincang Diduga Bermasalah
Connect with us

Program PISEW TH. 2021 Desa Kadu Bereum Dan Desa Bugel Kecamatan Padarincang Diduga Bermasalah

Program PISEW TH. 2021 Desa Kadu Bereum Dan Desa Bugel Diduga Bermasalah

Berita hari ini

Program PISEW TH. 2021 Desa Kadu Bereum Dan Desa Bugel Kecamatan Padarincang Diduga Bermasalah

Serang, siber.news | Kementerian Pekerjaan Umum (Direktorat Jenderal Cipta Karya) sejak tahun 1970-an telah melakukan program pembangunan perdesaan melalui beberapa pendekatan. Hal ini diawali dengan program Pemugaran Permukiman dan Perumahan Desa (P3D) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu rumah/perumahan serta prasarana dan sarana di kawasan perdesaan. Dalam pelaksanaan P3D telah dikembangkan pendekatan Tribina (bina manusia, bina lingkungan, dan bina usaha), dan mulai dilaksanakan metode “melatih sambil mengerjakan” yang sekarang dikenal dengan “pemberdayaan masyarakat”.Dan kini dikenal dengan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW).

 

Program PISEW bertujuan menyediakan atau meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam skala kawasan, untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah. Pada umumnya infrastruktur yang dibangun melalui dana PISEW meliputi jalan produksi sebagai infrastruktur penunjang produksi pertanian dan industri sebagai prasarana pendukung pemasaran komoditas.

 

Pantauan siber.news dilapangan terkait dengan pelaksanaan PISEW di kabupaten Serang tepatnya di desa Kade Bereum dan desa Bugel Kecamatan Padarincang kabupaten Serang – Banten diduga berpotensi adanya penyimpangan dalam ketentuan yang dibuat dalam Peraturan Bersama Kepala Desa Kadu Bereum Nomor 01 Tahun 2021 Kepala Desa Bugel Nomor 01 Tahun 2021 tentang Kerjasama antar Desa.

 

Sebagaimana dituangkan dalam isi Kerjasama antar desa tersebut pada BAB IV Tentang Organisasi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) terutama pada pasal 6 ayat 4. Struktur Pengurus BKAD pada point f. dicantumkan bahwa Susunan Pengurus Organisasi BKAD terdiri dari keterwakilan masing masing Desa yang melakukan kerjasama, yang ditegaskan dalam point g. bahwa pengurus BKAD bertanggung jawab pada Kepala Desa  melalui forum Musyawarah Antar Desa (MAD).

 

BKAD Padarincang Berkarya diduga telah menyalahi kesepakatan Kerjasama antar dua desa pasalanya yang menjadi Ketua adalah bukan warga desa Bugel maupun Kadu Bereum melainkan warga desa Padarincang bahkan sebagai anggota BPD.

 

Kepada siber.news Ketua BKAD Kadu Bereum dan Bugel Yayin Gusti Dwiyanti melalui pesan whats app miliknya mengatakan, BKAD dibentuk di Kecamatan dan ia mengaku dibentuk BKAD kecamatan.

Yayin juga mengakui bahwa dirinya adalah Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Padarincang namun kini dirinya menjadi Ketua BKAD Bugel – Kadu Bereum . Berdasarkan poin poin yang ada dalam kesepakatan sebagai acuan yang telah tercatat pada Notaris Kota Serang  Lia Shinta Dewi, SH pada tanggal 27 April 2021.

 

Selain itu Yayin mengatakan, bahwa pekerjaan PISEW yang dilaksanakannya telah sesuai dengan arahan kementrian jika pelaksanaan pekerjaan harus melibatkan masyarakat setempat, maka pelaksanaan cor beton jalan menggunakan alat beton manual, Alhamdulililah kita sudah beres /selesai dan alhamdulillah sudah di surfai juga tidak ada masalah (Molen-red). “Terus kalao masalah pisew alhamdulillah kita sudah beres dan alhamdulillah juga tidak ada masalah,” ucap Ketua BKAD.

 

Sementara berbeda dikatakan Kepala Desa Bugel Muktar, sebagai kepala wilayah yang menjadi penerima manfaat yang juga Namanya tercantum dalam kesepakatan Kerjasama dua Desa tersebut,  “Pak etamah kewenangan BKAD, saya mah hanya mengajukan proposal, terkait pelaksanaan mangga taroskeun ka BKAD,” ujarnya. Jadi pihak Kepala Desa Bugel mengaku untuk pelaksanaan PISEW bisa langsung dikonfirmasikan dengan BKAD dirinya  hanya sebatas melakukan pembuatan proposal saja.

 

Masih dikatakan Muktar, pihaknya hingga kini masih menunggu laporan dari BKAD atas pekerjaan itu, pasalnya BKAD masih menyisakan pekerjaan sekitar 80 meter yang belum dilaksanakan cor beton dari 120 meter yang di plotting di desa Bugel sementara yang paling Panjang volumenya di Desa Kadu Bereum.

 

“ Ari volume abdi teu terang, ari anggaran mah saurna 600jt….wilayah bugel mah sakedik kurang lebih 120 meter seeurna mah kadubeureum ( dirinya tidak tahu kalua anggaran katanya 600 juta wilayah Bugel hanya sedikit kurang lebih 120 meter kebanyakan Desa Kadu Bereum-red) ,” lanjutnya. (dd-siber)

 

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi