Uncategorized
Viral, Gubernur Banten Dilaporkan ke Komnas Perempuan
JAKARTA, Siber.news – Viral di Unggahan Tiktok Seorang wanita mendatangi kantor Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026. Kedatangannya bertujuan untuk mengadukan dugaan tindakan pelecehan dan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu tokoh politik penting yang kini menjabat sebagai Gubernur Provinsi Banten.
Berdasarkan Video Tiktok yang diunggah akun @wanita.pancasila, Perempuan tersebut resmi melaporkan dengan nomor D350/MM.01.00/VII/2026 per tanggal 6 Juli 2026, dengan ID Pengaduan AD20260706-DHLDA. Pengaduan dilayangkan oleh Ida Farida (44).
Dalam potongan video, terkuak bahwa kronologi yang dilampirkan pelapor, pertemuan awal keduanya terjadi pada Agustus 2019 di kantor DPD Gerindra Cipocok Jaya. Saat itu, terlapor diduga mulai mendekati korban.
Peristiwa kekerasan seksual diklaim terjadi setelah adanya pertemuan kader partai di daerah Hambalang, Bogor. Pelapor mengaku diajak berbicara di sebuah kamar mes/hotel dan dipaksa melakukan hubungan intim meskipun sudah melakukan penolakan.
Pasca-kejadian tersebut, pelapor menuntut pertanggungjawaban hingga akhirnya keduanya melangsungkan pernikahan secara siri pada Jumat, 22 November 2021 di Cimahi, Bandung. Pernikahan tersebut tercatat menggunakan mahar berupa 73 gram emas. Namun, memasuki tahun 2024, hubungan keduanya merenggang karena terlapor dinilai mulai acuh, hingga akhirnya pelapor memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Intinya saya ke sini untuk pengaduan atas nasib saya yang dilecehkan oleh salah satu tokoh di Banten,” ujar wanita tersebut pada unggahan videonya,di kantor Komnas Perempuan.
Dalam pelaporannya, ia juga menyerahkan sejumlah bukti pendukung berupa tangkapan layar percakapan (chatting), foto-foto, serta berkas dalam flashdisk.
Sementara itu, pihak Gubernur Banten saat dikonfirmasi oleh Siber.news belum memberikan klarifikasi atau tanggapan mengenai munculnya video viral atas pengaduan dan tuduhan yang beredar tersebut. Upaya konfirmasi lebih lanjut masih terus dilakukan oleh awak media demi mendapatkan keberimbangan informasi.






