Berita Tercepat
Skandal Berlapis Kawasan Industri Milenium: Usai Racuni Sungai Cimanceuri, Kini Dituding Peras Keringat Pekerja Organik
TANGERANG,
siber.news — Kebobrokan tata kelola Kawasan Industri Milenium di Cikupa, Kabupaten Tangerang, kian bertambah panjang. Belum usai skandal pencemaran membusuknya Sungai Cimanceuri, bobrok internal perusahaan kini mengintai dari balik benteng pabrik.
Pengembang kawasan, PT Bumi Citra Permai, tak hanya dituduh lepas tangan atas kerusakan lingkungan warga Desa Budimulya, tetapi juga diduga tega memeras keringat para pekerjanya sendiri.
Di balik megahnya putaran uang industri, para petugas kebersihan dan keamanan yang memeras keringat tiap hari justru diperlakukan jauh dari kata layak.
Hasil penelusuran mengungkapkan, petugas kebersihan lapangan hanya mengantongi upah minim berkisar Rp50.000 hingga Rp75.000 per hari, sebuah angka yang dinilai jauh mengangkangi standar hidup layak.
Sementara itu, untuk petugas keamanan (satpam), gaji yang diterima berkisar antara Rp3.200.000 hingga Rp4.000.000, yang dipenuhi ketidakpastian akibat minimnya transparansi.
Dosa administratif manajemen semakin telanjang saat para pekerja mengaku tidak pernah menerima slip gaji bulanan sejak awal bekerja.
Padahal, mereka memegang status sebagai pekerja organik langsung di bawah naungan PT Bumi Citra Permai, bukan buruh alih daya (outsourcing) dari yayasan pelaksana.
Ketiadaan rincian komponen upah ini mengindikasikan adanya praktik penindasan normatif, di mana hak-hak dasar buruh rentan dipotong secara sepihak tanpa pertanggungjawaban.
Sikap abai pengembang ini menyulut amarah aktivis kemanusiaan. Ketua Umum LSM Geram Banten, Alamsyah, mengecam keras kebobrokan ganda yang dipertontonkan pengelola kawasan.
“Sangat disayangkan, di tengah pengerukan untung industri besar, hak administratif dasar pekerja justru diinjak-injak,” cetus Alamsyah tajam.
Alamsyah menegaskan bahwa mengabaikan slip gaji pekerja organik adalah bentuk pelanggaran kepatuhan hukum sekaligus cermin dari matinya rasa kemanusiaan korporasi.
Ia mendesak Disnaker dan instansi terkait untuk segera turun tangan membedah sistem penggajian serta memberikan sanksi tegas kepada pengelola Kawasan Industri Milenium.
Ancaman penyegelan saluran limbah oleh DPRD kini beradu dengan desakan audit ketenagakerjaan. PT Bumi Citra Permai terancam gulung tikar jika tak segera membenahi borok tata kelola lingkungan dan nasib pekerjanya.






