[metaslider id="20825"]Puluhan Warga Resah Akibat Pematokan Lahan SMKN 7 Pandeglang Tanpa Musyawarah
Connect with us

Puluhan Warga Resah Akibat Pematokan Lahan SMKN 7 Pandeglang Tanpa Musyawarah

Berita hari ini

Puluhan Warga Resah Akibat Pematokan Lahan SMKN 7 Pandeglang Tanpa Musyawarah

Serang, siber.news I Lahan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Pandeglang di jalan Nangor kelurahan  Pagadungan kecamatan Karang Tanjung kabupaten Pandeglang Banten dinilai meresahkan warga.

Di atas lahan itu, yang kini sudah berdiri Bangunan kokoh dan megah ini, ternyata didalamnya diduga bermasalah.

Baru baru ini masyarakat sekitar merasa resah dengan adanya pematokan atau batas areal SMKN 7 Pandeglang, pasalnya  pemasangan patok batas tersebut tidak pernah ada musyawarah dengan warga setempat bahkan patok tersebut hingga masuk halaman rumah warga.

Keterangan masyarakat yang berhasil dihimpun siber.news bahwa pemasangan patok tersebut dilaksanakan oleh pihak sekolah bukan oleh pihak Kantor Agraria /Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Salah seorang warga Aj saat dikonfirmasi mengatakan, jika adanya pematokan tersebut telah membuat resah warga karena patok tersebut telah merambah kepada lahan garapan mereka.

“Saya mewakili dari banyak saudara kita yang sama sama diresahkan dengan ada pematokan hingga ke halaman rumah hunian dengan tanpa permisi apalagi musyawarah,” jelasnya.

pihaknya juga mengatakan kami disini sebagai penggarap lahan sejak lama menggarap lahan tersebut yang bisa dibuktikan dengan dokumen, sambungnya.

Sementara itu dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti  ) melalui pesan what’s app miliknya Selasa 21/6/2022 mengatakan, saat ini terkait hal itu sedang dipetakan.

lebih jauh ia mengatakan, pematokan adalah sebagai batasan titik kordinat yang akan diukur oleh pihak Kantah BPN, hal tersebut sebagai persyaratan pada saat pengukuran oleh BPN.

Namun demikian batasan di SMKN 7 Pandeglang secara fisik sudah dikuasai dengan pagar di sekeliling sekolah baik pagar baru tempat  aktifitas sekolah dan pagar lama halaman/drop off sekolah, sehingga batas pengukuran adalah sudut sudut dari pagar, jelas Rina.

Ketika ditanyakan terkait keluhan banyak warga yang merasa resah atas pematokan tersebut Ia mengatakan bahwa, sedang dipetakan dan dikomunikasikan.

Ia juga mengatakan jika lahan SMKN 7 tersebut adalah hasil dari P2D kabupaten Pandeglang, ungkapnya.(dd-siber)

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi