Uncategorized
Krisis Air Bersih Tahunan: BPBD Banten Siapkan Strategi Jangka Panjang dan Skema Bantuan Darurat
SERANG, Siber.news – Menanggapi keluhan masyarakat terkait krisis air bersih yang kerap menjadi langganan tahunan saat memasuki musim kemarau, seperti yang melanda beberapa Desa di Kabupaten Pandeglang dan Tangerang, pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah merancang sejumlah langkah strategis.
Tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, pemerintah kini mulai menggodok solusi jangka panjang guna menyudahi siklus kekeringan ini seperti yang disampaikan Sekretaris BPBD Provinsi Banten, Hery Yulianto usai menghadiri acara temu media, bersama Federasi Komunikasi Banten Bisa (FKBB) di Kuranji, Taktakan – Kota Serang.
“BPBD yang bertindak sebagai koordinator untuk menghimpun berbagai program penanganan dampak Bencana dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pertanian.” Ujar Hery usai acara, Rabu (15/7/2026)
Ada beberapa wacana solusi jangka panjang yang sedang dikaji bersama, antaranya:
- Metode “Panen Air Hujan“: Wacana ini merujuk pada penampungan air hujan secara masif saat musim basah, yang kemudian diolah secara kimia agar layak konsumsi. Meski telah berhasil di beberapa daerah lain, metode ini masih dalam tahap pengkajian untuk diterapkan di wilayah Banten.
- Pemanfaatan Teknologi Penjernihan: Adanya usulan adopsi teknologi penjernihan air keruh menjadi air siap minum (seperti yang sukses dilakukan di daerah Tamiang) hingga opsi penyulingan air laut.
- Koordinasi dengan Legislatif: Rencana taktis ini akan segera dikoordinasikan dan dibahas lebih lanjut bersama DPRD guna memastikan dukungan anggaran dan regulasi.
Lanjut Hery menegaskan bagi para Kepala Desa atau perangkat wilayah yang daerahnya mulai mengalami kelangkaan air bersih, BPBD mengimbau untuk segera mengajukan bantuan dengan prosedur berikut:
- Kirim Surat Resmi: Pihak desa cukup mengirimkan surat permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten/Kota setempat. Format surat dibebaskan tanpa ada aturan baku.
- Skema Backup Provinsi: BPBD Kabupaten/Kota akan merekap laporan tersebut. Jika kapasitas armada daerah terbatas, BPBD Provinsi siap mem-backup personel dan armada tangki air (seperti yang saat ini telah berjalan di Kabupaten Pandeglang).
- Optimasi Anggaran BTT: Bagi daerah yang terkendala biaya operasional pengiriman, bantuan dapat diakomodasi menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), dengan syarat wilayah tersebut telah menetapkan SK Status Tanggap Darurat secara resmi.
Menghadapi puncak musim kemarau yang di prediksi berlangsung dibulan Agustus 2026 mendatang, pihak BPBD juga meminta masyarakat untuk aktif melakukan langkah antisipasi mandiri demi menjaga kesehatan dan ketersediaan air:
- Hemat Air: Gunakan pasokan air bersih secara bijak dan prioritaskan hanya untuk kebutuhan pokok harian.
- Batasi Aktivitas di Luar: Hindari bepergian atau keluar rumah jika tidak ada urusan yang mendesak.
- Proteksi Diri Ekstra: Jika terpaksa beraktivitas di luar, selalu gunakan masker untuk menghalau debu di cuaca kering, serta gunakan tabir surya (sunscreen) atau pelembap kulit guna menghindari iritasi akibat cuaca ekstrem.






