Berita hari ini
Kepsek SMPN 10 Tangsel Buka Suara soal Perundungan Siswi
Tangerang,
siber.news – Kepala SMPN 10 Tangerang Selatan, Kunardi, memberikan penjelasan terkait insiden perundungan yang melibatkan para siswanya. Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut berawal dari sebuah permainan tantangan yang dilakukan secara berkelompok di luar jam sekolah.
“Satu batang rokok diisap rame-rame, muter. Nanti kalau yang kebagian ketika ngisap rokok abunya jatuh, itulah yang kemudian minum minuman yang diracik itu. Jadi, mereka itu sebenarnya bermain game, tapi tetap menurut saya sebagai orang dewasa, ini anak sudah melampaui batas,” ujar Kunardi.
Meskipun peristiwa tersebut terjadi di luar jam sekolah dan di luar lingkungan sekolah, pihak sekolah menegaskan tidak akan lepas tangan serta menjadikannya sebagai evaluasi pengawasan dan pembinaan karakter.
“Walaupun itu terjadinya di luar, di luar jam sekolah, di luar lingkungan sekolah, karena memang ternyata mereka itu anak didik saya, saya tetap ambil peduli dan akan jadikan ini sebuah pelajaran, bahwa memang kita harus terus jangan kenal lelah, jangan kenal capai untuk mengawasi, membina, mendidik agar mereka itu memiliki karakter baik,” tegasnya.
Menanggapi dampak kesehatan yang dialami para korban, pihak sekolah turut mempersilakan para orangtua untuk menempuh jalur hukum di kepolisian apabila ingin memperjelas sanksi di luar ranah institusi pendidikan.
“Kalau memang ternyata ada kerugian karena tindak, anggap misalnya itu tindakan yang berlebihan segala macam, mengganggu kesehatan segala macam, saya sarankan silakan saja misalnya melakukan pelaporan ke kepolisian gitu. Kan nanti ada tindakan secara hukum gitu. Kalau hukum yang berlaku di sekolah kan hukum sekolah, pelanggaran tata tertib di sekolah,” pungkas Kunardi.






