[metaslider id="20825"]BLT Desa Tegallongok Kecamatan Koroncong Dipungli Oknum RT
Connect with us

BLT Desa Tegallongok Kecamatan Koroncong Dipungli Oknum RT

BLT Desa Tegallongok Kecamatan Koroncong Dipungli Oknum RT

Berita hari ini

BLT Desa Tegallongok Kecamatan Koroncong Dipungli Oknum RT

Pandeglang, siber.news | Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahap ke- 1 tahun 2022 di Desa Tegalongok kecamatan Koroncong  telah dicairkan dan disalurkan kepada 102 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), penyaluran BLT tersebut dilaksanakan bukan di Kantor Desa, melainkan di rumah kediaman  Kepala Desa (Kades) Tegallongok beberapa minggu lalu.

 

Adapun besaran nominal uang yang disalurkan kepada KPM, pertriwulan yaitu bulan Januari, Februari sampai Maret yaitu sebesar Rp 900 ribu rupiah.

 

Namun, setelah uang diterima KPM, Ketua RT setempat mendatangi  KPM untuk meminta uang sebesar RP 400 ratus ribu rupiah dengan alasan untuk dibagikan kepada warga msyarakat yang tidak mendapatkannya.

 

salah satu warga (MR) warga Kampung Sumur  kepada media ini mengatakan Kamis (5/5/2022), pihaknya  mengaku didatangi oleh RT ke rumah saya, lalu meminta uang 400 ribu yang katanya untuk dikasihkan kepada warga masyarakat yang tidak mendapatkannya,” tuturnya ketika ditemui oleh awak media siber.news.

 

“Saya merasa heran, kenapa uang yang diminta itu besar sekali, sedangkan saya baru pertama kali mendapatkan bantuan ini,”keluhnya.

 

Pungutan liar BLT Dana Desa yang fantastis diilakukan oknum aparat Desa Tegalongok itu, menuai kecaman dari penggiat lembaga kontrol sosial Ketua Forum Keadilan Masyarakat Banten (FKMB) DPC Pandeglang Yusup Al-Ayubi.

 

Uang BLT yang dialokasikan dari dari Dana Desa harus secara utuh diterima oleh KPM tanpa adanya potongan atau adanya permintaan dari siapa dan pihak manapun, ujarnya.

“ Untuk itu, hal ini perlu disikapi secara tegas agar para petugas Desa tidak memanfaatkan bantuan BLT untuk dijadikan ajang bisnis belaka,” tegas Yusup.

 

 

Selain itu, mengapa pembagain BLT Dana Desa juga dilaksanakan di kediaman Kepala Desa, lantas apa fungsinya kantor Desa,”pungkasnya

 

Sementara itu Kepala Desa Tegalongok, U Sanukri masih belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, hingga berita ini diturunkan pihak Desa Tegallongok masi belum bisa dihubungi dengan Whats App miliknya. (Red)

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi