Aktifitas 2 Lokasi Galian Tanah Merah di Desa Tambakbaya Dikeluhkan Masyarakat.
Connect with us

Aktifitas 2 Lokasi Galian Tanah Merah di Desa Tambakbaya Dikeluhkan Masyarakat.

Aktifitas Galian tanah merah yang diduga ilegal berlokasi di Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak (siber.news : Yudistira)

Berita hari ini

Aktifitas 2 Lokasi Galian Tanah Merah di Desa Tambakbaya Dikeluhkan Masyarakat.

Lebak, Banten,- siber.news Aktifitas galian tanah merah di kampung Pasir Kadu dan Kampung Pasir Lame desa Tambak Baya, kecamatan Cibadak banyak menuai kecaman dari warga sekitar. Pasalnya, 2 lokasi galian tanah merah yang selalu beroperasi malam hari ini sangat mengganggu kenyamana warga.

Salah seorang warga sekitar, SH mengatakan, jika selama ini aktivitas galian tanah merah sangat mengganggu warga sekitar, selain berdampak terhadap lingkungan juga menyebabkan jalanan sangat licin disaat musim penghujan tiba.

Galian Tanah merah yang juga diduga ilegal ini masih berlokasi di desa tambakbaya kecamatan Cibadak (siber.news : Yudistira)

“Galian ini kan beroperasinya malam hari disaat kami warga hendak istirahat. Apalagi armada angkutan tanahnya yang berukuran besar (tronton) saat melintas pemukiman sangat mengganggu sekali, ujarnya dengan nada kesal. Kamis (10/06)

Ditambahkan SH, selain bising, tronton yang melintasi pemukiman juga selalu berjatuhan tanah merahnya dari bak tronton di sepanjang jalan warga.

Dampak akibat adanya 2 lokasi galian tanah merah yang diduga ilegal di desa tambakbaya, di musim penghujan jalanan menjadi sangat licin dan rawan kecelakaan (siber.news : Yudistira)

“Becek itu pasti ketika hujan turun, dan debu beterbangan dan menempel pada dinding-dinding rumah saat musim panas,” tambahnya.

Saat di konfirmasi, kepala desa Tambak Baya, Yuli Albert mengatakan jika sampai saat ini pihaknya belum pernah mengeluarkan surat apapun terkait galian tanah merah yang berada di kampung Pasir Kadu.

“Belum pernah saya mengeluarkan secuil kertas dalam bentuk apapun tentang aktivitas galian tanah merah di kampung tersebut, karena ya memang tidak pernah ada yang datang dari pihak pengusahanya untuk meminta ijin atau apapun itu,” terang Abet panggilan kepala desa Yuli Albert.

“Dan jika memang adanya aktivitas galian tanah merah tersebut mengganggu warga, saya akan panggil pengusahanya, tambah Abet.

Sampai berita ini di tayangkan, ke dua pengusaha galian belum bisa di konfirmasi. (Red)

Siber Hukum & Kriminal

To Top