Berita hari ini
Abaikan K3, Proyek Pipa PT DJA di Cibodas Hanya Pakai Pembatas Tali Plastik Seadanya
TANGERANG,
siber.news — Proyek galian pipa air bersih milik Perumda Tirta Benteng di Kalisabi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, disorot tajam karena diduga kuat mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Proyek raksasa yang dikerjakan oleh PT DJA (Djati Piring Jaya Abadi) ini diketahui memiliki volume pekerjaan yang cukup fantastis, yakni melakukan pemasangan pipa PDAM dengan total panjang mencapai kurang lebih 22 kilometer di wilayah Kota Tangerang.
Namun sayang, proyek skala besar tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan, di mana area galian sedalam 70 sentimeter di sepanjang bahu jalan dibiarkan terbuka tanpa adanya barikade pengaman yang kokoh bagi masyarakat.
Mirisnya, penanda zona bahaya di sekitar lokasi hanya mengandalkan seutas tali plastik sederhana yang diikatkan langsung ke pembatas jalan (barrier) oranye yang terpasang seadanya di tepi jalur.
Kondisi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara motor dan pejalan kaki yang melintas, mengingat tali plastik yang diikat ke pembatas jalan itu sangat minim visibilitasnya saat malam hari.
Selain masalah rambu pengaman, proyek ini juga memicu pertanyaan terkait spesifikasi teknis pengurukan, di mana tanah yang digunakan untuk menutup galian diduga kuat hanya berasal dari tanah bekas galian semula, bukan tanah baru yang sesuai standar.
Pelanggaran K3 juga terlihat jelas pada para pekerja lapangan PT DJA yang kedapatan mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm keselamatan dan sepatu pelindung.
Bahkan, ditemukan sejumlah pekerja yang nekat melakukan penggalian tanah tanpa menggunakan alas kaki sama sekali di tengah material batu serta ceceran tanah galian yang tajam.
Warga setempat mengaku resah dengan kecerobohan pelaksana yang dinilai lebih mengejar target panjang pipa 22 kilometer dibanding memprioritaskan keselamatan publik di area terbuka.
Saat dikonfirmasi wartawan siber.news via pesan singkat, Johan selaku penanggung jawab PT DJA justru memberikan respons tidak relevan dan terkesan mengelak dengan menjawab, “Ga ada duit bang, Sabar, Jumat sabtu minggu libur.”
Sikap penanggung jawab tersebut sangat disayangkan oleh awak media, sebab saat dimintai klarifikasi resmi mengenai teknis pemasangan pipa dan keselamatan kerja, pihak PT DJA justru melantur membahas soal uang.






