Uncategorized
Sarpras GOR Stadion Maulana Yusuf Serang Dikeluhkan Warga, GMAKS Pertanyakan Anggaran Perawatan Rp400 Juta
SERANG — Sarana dan prasarana (Sarpras) di Gedung Gelanggang Remaja (GGR) GOR Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, dikeluhkan warga dan pengguna fasilitas. Kondisi gedung dinilai tidak terawat, minim penunjang, hingga terkesan seperti bangunan yang diabaikan.
Berdasarkan keluhan dari warga yang rutin berolahraga di lokasi tersebut, sejumlah fasilitas vital ditemukan dalam kondisi rusak berat. Di antaranya toilet yang beraroma tidak sedap, keran air dan pintu kamar mandi rusak, hingga ketiadaan keran air untuk wudhu. Selain itu, suhu di dalam gedung terasa panas akibat tidak tersedianya pendingin udara, serta dinding bangunan yang sudah memudar dan membutuhkan pengecatan ulang.
“Tak hanya masalah gedung, keseluruhan Stadion Maulana Yusuf Serang juga perlu perawatan dan pemeliharaan. Yang menjadi pertanyaan, apakah Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tidak mengeluarkan anggaran pemeliharaan secara berkala? Jika ada, ke mana anggaran tersebut?” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari Ketua Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS), Saeful Bahri. Ia mempertanyakan kejelasan penggunaan anggaran yang dialokasikan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang.
Menurut data Rencana Umum Pengadaan (RUP), Pemkot Serang menetapkan alokasi APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp400.000.000 untuk paket “Pemeliharaan Sarana Prasarana Olahraga (GGR CICERI KOTA SERANG)” di bawah satuan kerja Disparpora.
“Anggaran yang dibebankan kepada APBD Kota Serang untuk melakukan pemeliharaan kualitas Sarpras GGR GOR Ciceri sebesar Rp400 juta itu ke mana? Padahal faktanya di lapangan, para warga dan atlet yang menggunakan fasilitas GGR GOR semuanya kecewa,” tegas Saeful Bahri kepada awak media.
Saeful menambahkan, selain masalah kebersihan dan kondisi fisik bangunan, fasilitas penerangan dan pasokan listrik di lokasi tersebut juga dirasa sangat tidak memadai untuk menunjang kegiatan olahraga maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Ia juga menyoroti adanya anggaran lain terkait peningkatan sarana prasarana. “Selain anggaran perawatan, ada juga anggaran peningkatan kualitas GGR GOR Ciceri sebesar Rp180 juta, tapi apa yang ditingkatkan masyarakat Kota Serang tidak tahu,” tambahnya.
Menanggapi permasalahan ini, GMAKS menyatakan akan segera melayangkan surat resmi kepada Wali Kota Serang untuk mendesak digelarnya investigasi terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan dan peningkatan sarpras di Disparpora Kota Serang.
“Kami akan bersurat langsung kepada Wali Kota Serang agar segera melakukan investigasi. Semoga dengan ditinjau langsung ke lapangan oleh Pak Wali Kota, GOR Ciceri juga bisa diberikan pendingin udara agar warga tidak sesak napas saat berolahraga,” pungkas Saeful.






