Berita hari ini
Kursi Panas Perumda Tirta Benteng: Dirut & Dewas Didesak Lengser!
KOTA TANGERANG,
siber.news — Gelombang desakan pencopotan terhadap Direktur Utama Perumda (PDAM) Tirta Benteng, Dodi Efendy, serta jajaran Dewan Pengawasnya kian menguat di ruang publik. Tuntutan ini disuarakan menyusul polemik pembentukan dan pelantikan pengurus Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng yang dinilai sarat kepentingan.
Pimpinan Poros Tangerang Solid (Portas), Hilman Santosa, melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa manajemen perusahaan pelat merah itu seharusnya fokus memperkuat kontrol internal ketimbang membentuk forum yang memicu polemik di tengah masyarakat.
Menurut Hilman, bungkamnya Dewan Pengawas di tengah sorotan publik semakin memperkuat kecurigaan adanya skandal terselubung di tubuh Perumda Tirta Benteng. Ia bahkan secara terbuka mendesak agar seluruh pimpinan dan pengawas yang tidak berkompeten segera dilengserkan dari jabatannya.
“Menurut saya bukan hanya Dirut-nya yang harus mundur atau dicopot, tapi dewasnya yang saat ini menjabat juga sama, tidak becus kerja,” tegas Hilman dalam keterangannya kepada siber.news.
Senada dengan Hilman, pegiat muda Kota Tangerang, Ryan Erlangga, turut menyuarakan keprihatinan mendalam atas arah kebijakan perusahaan air bersih tersebut. Melalui karya visual di ruang publik, ia mengingatkan agar PDAM dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai pelayan masyarakat.
Ryan menegaskan bahwa Perumda Tirta Benteng adalah badan usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga tidak boleh dijadikan komoditas politik praktis. Pelayanan air bersih yang berkualitas dan terjangkau harus menjadi prioritas utama perusahaan tanpa intervensi kepentingan kelompok tertentu.
“Layani masyarakat dengan air bersih yang berkualitas, berkesinambungan, dan terjangkau. Selesaikan persoalan dengan data, aturan, profesionalisme, transparansi, dan kepentingan masyarakat. Kembalikan PDAM pada khittahnya,” seru Ryan menegaskan tuntutannya.
Sementara itu, Ketua Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng, Zaki Ramli, bergeming menghadapi gelombang protes tersebut. Ia menilai bahwa berbagai kritik yang dilayangkan para aktivis pemuda merupakan dinamika publik yang wajar dan bagian dari kontrol sosial yang sehat.
Zaki berdalih bahwa pembentukan forum tersebut telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) serta merespons lonjakan jumlah pelanggan pasca peralihan aset dari PDAM TKR. Ia meminta agar substansi kritik terkait kebijakan manajerial langsung diarahkan kepada jajaran direksi.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Direksi Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi lanjutan. Publik kini menanti langkah tegas serta transparansi dari manajemen untuk meredam kisruh yang terus bergulir di Kota Tangerang.






