Berita hari ini
PPK Diduga Mainkan Lahan Tol, Nyawa Siswa SDN Cijakan 2 Terancam
PANDEGLANG,
siber.news – Proyek Tol Serang-Panimbang dinodai dugaan permainan kotor pembebasan lahan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dituding sebagai aktor intelektual di balik carut-marutnya proses relokasi yang kini menyandera fasilitas pendidikan.
Nasib tragis menimpa SDN Cijakan 2 Kecamatan Bojong. Bangunan sekolah ini dibiarkan telantar di tengah kepungan proyek, sementara area sekelilingnya sudah rata dengan tanah. Pendidikan seolah dikorbankan demi kelancaran alat berat.
Kondisi gedung sekolah saat ini sangat mencekam. Dinding retak akibat getaran alat berat dan ruang kelas kerap kebanjiran. Nyawa siswa kini berada di ujung tanduk akibat kelalaian pejabat yang enggan segera melakukan relokasi.
Ketua BPPKB Pandeglang, Ahmad Khotib SE, menyatakan pihaknya sudah mencoba jalur persuasif namun tidak digubris. Sikap bungkam PPK semakin memperkuat kecurigaan adanya praktik tidak sehat dalam pembebasan lahan tersebut.
BPPKB Banten akhirnya mengambil langkah tegas dengan melayangkan surat audiensi ke BPJN Banten untuk Selasa, 5 Mei 2026. Mereka menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas kondisi sekolah yang kian membahayakan.
“Kami tidak akan diam melihat nyawa siswa dipertaruhkan. Jika tidak ada solusi, kami akan mendesak DPRD dan instansi terkait untuk membongkar borok di balik proyek ini,” tegas Ahmad Khotib.
Langkah ini juga didukung penuh oleh Satgas DPD BPPKB Banten yang telah mengirimkan tembusan ke Gubernur hingga Polda Banten. Mereka mencium ada skenario yang sengaja merugikan warga dan pihak sekolah.
H. Ending Komarudin menegaskan bahwa perjuangan ini adalah harga mati. BPPKB bersumpah akan mengawal kasus ini hingga tuntas agar tidak ada lagi oknum pejabat yang bermain-main dengan hak rakyat dan keselamatan siswa.








