CILEGON
Tragedi Balita Tewas di Cilegon, Diduga Libatkan Oknum Polisi
SIBER.NEWS, CILEGON | Sebuah rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial memunculkan amarah publik setelah merekam peristiwa kecelakaan tragis di depan Masjid Al-Falah, Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Jumat (17/7/2026).
Dalam rekaman tersebut, sebuah minibus Toyota Innova berwarna silver tampak berbelok mendadak dan melindas seorang balita berinisial FN (1 tahun 8 bulan) yang sedang bermain di area jalan bersama keluarganya.
Tubuh korban sempat terseret ke kolong kendaraan sebelum warga bergegas menolong.
Namun, ironisnya, pengemudi justru tancap gas dan melarikan diri, meninggalkan warga yang histeris berteriak meminta pertanggungjawaban.
Menurut kesaksian warga dan petunjuk di lokasi mengarah pada dugaan bahwa pengemudi minibus tersebut adalah oknum anggota kepolisian.
Kabar ini memicu gelombang kemarahan dan keresahan masyarakat yang menuntut keadilan tanpa pandang bulu.
Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (Gmaks), Saeful Bahri, mengecam keras tindakan pelaku.
“Jika benar pengemudi adalah oknum Polres Cilegon, harus ada penjelasan terbuka. Tidak boleh ada perlindungan, hukum harus berlaku sama bagi semua orang,” tegasnya.
Ia mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan agar publik tidak kehilangan kepercayaan.
berdasarkan informasi terbaru yang di himpun menyebutkan terduga pelaku sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Banten.
Publik menunggu keterangan resmi kepolisian agar tidak berkembang kabar bohong dan proses hukum berjalan sesuai aturan.
Peristiwa ini bukan sekadar tragedi lalu lintas, melainkan ujian besar bagi integritas penegakan hukum di Indonesia.
Apakah aparat berani membuktikan bahwa hukum benar-benar berlaku sama bagi semua?






