Berita hari ini
Proyek Rp2,4 Miliar Jalan Cadas-Kukun Diduga Abaikan K3: Pekerja Bungkam Soal Pengawas
Tangerang,
siber.news – Proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Tangerang kembali menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Kali ini, kegiatan rekonstruksi jalan di daerah tersebut dipertanyakan karena diduga mengabaikan standar keselamatan kerja di lapangan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Sabtu (22/08/2026), proyek tersebut tercatat bernama Lanjutan Rekonstruksi Jalan Cadas-Kukun. Lokasi pengerjaan proyek ini terletak di wilayah Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang, proyek ini dikerjakan oleh CV. Risfan Contractor. Kegiatan tersebut dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.
Tidak tanggung-tanggung, nilai pagu anggaran yang digelontorkan untuk proyek rehabilitasi jalan ini mencapai Rp2.437.138.000. Waktu pelaksanaan proyek ini dijadwalkan selama 90 hari kalender.
Namun, di balik gelontoran dana miliaran rupiah tersebut, ditemukan kondisi yang memprihatinkan di lapangan. Terlihat para pekerja tidak semuanya mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, khususnya tidak semua mengenakan sepatu pengaman atau safety shoes.
Dalam aturan baku konstruksi, penggunaan sepatu keselamatan dan atribut APD adalah kewajiban mutlak demi melindungi pekerja dari risiko kecelakaan. Faktanya, beberapa pekerja tampak beraktivitas tanpa alas kaki yang sesuai standar keselamatan kerja.
Ketidakpatuhan ini tentu memicu tanda tanya besar mengenai pengawasan internal dari pihak penyedia jasa. Minimnya kedisiplinan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) membuat keselamatan para pekerja seolah diabaikan begitu saja.

Ironisnya lagi, saat awak media mencoba mengonfirmasi kejelasan proyek di lokasi, para pekerja justru menunjukkan sikap tertutup. Ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan kontraktor maupun konsultan pengawas, mereka kompak mengaku tidak tahu.
Bahkan, saat ditanya lebih lanjut mengenai siapa penanggung jawab di lapangan, para pekerja memilih bungkam dan saling melempar jawaban. Sikap tertutup ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan serta buruknya transparansi dalam pelaksanaan proyek.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang belum berhasil dikonfirmasi. Publik berharap instansi berwenang segera turun tangan melakukan evaluasi tegas terhadap proyek tersebut.






