Berita hari ini
Proyek Drainase Rp828 Juta di Sepatan Timur Diduga Asal-Asalan, Air Tidak Mengalir
Tangerang,
siber.news –Proyek Lanjutan Pembangunan Drainase Jalan Kedaung Barat – Sepatan yang digarap oleh CV. Teknik Umum Mandiri mendadak menuai kecaman pedas dari warga sekitar akibat mutu pengerjaannya yang amburadul.
Alih-alih menjadi solusi mengatasi banjir, proyek berbanderol fantastis senilai Rp 828.043.500 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2026 ini kuat dugaan hanya sebatas syarat sudah dikerjakan tanpa memperdulikan kualitas proyek dan fungsi saluran air.
Berdasarkan investigasi visual di lokasi proyek, tepatnya di Jl. Raya Gatot Soebroto No. 69, Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, fakta di lapangan menunjukkan kualitas pengerjaan yang sangat memprihatinkan dan jauh dari standar teknis konstruksi yang benar.
Saluran air baru yang menggunakan beton u-ditch justru dipasang secara ngawur di atas genangan air kotor yang pekat, hitam, dan tidak menunjukkan adanya sirkulasi aliran sama sekali.
Lebih bobroknya lagi, ditemukan kecerobohan fatal berupa karung-karung berisi sedimen tanah yang dibiarkan tertimbun dan menyumbat rongga di dalam saluran u-ditch yang baru saja dipasang.

Alih-alih menunjukkan profesionalisme, kontraktor pelaksana justru meninggalkan tumpukan sisa galian tanah serta bongkaran beton berserakan di badan jalan, yang jelas-jelas mempersempit akses lalu lintas dan mengancam keselamatan pengendara.
Uang rakyat nyaris satu miliar rupiah tersebut seolah dihamburkan secara cuma-cuma demi proyek mercusuar bermental “asal bapak senang” yang mengorbankan kepentingan publik demi keuntungan sesaat.
Indikasi kuat praktik kejar tayang demi menghabiskan anggaran tanpa pengawasan ketat ini mencerminkan lemahnya komitmen pihak rekanan dalam menghadirkan infrastruktur yang berfaedah bagi masyarakat.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang didesak segera turun tangan melakukan audit investigatif, membongkar bagian yang cacat mutu, dan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor nakal.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari Dinas Bidang Drainase maupun dari Kontraktor Proyek terkait karut-marut pelaksanaan pekerjaan di lapangan.






