Proyek Banten Internasional Stadium Nyaris 1 Triliun Disoal Perkumpulan GMAKS
Connect with us

Proyek Banten Internasional Stadium Nyaris 1 Triliun Disoal Perkumpulan GMAKS

Berita hari ini

Proyek Banten Internasional Stadium Nyaris 1 Triliun Disoal Perkumpulan GMAKS

 Serang, siber.news | Hari ini dilaksanakan peresmian Banten Internasional Stadium (BIS). Peresmian rencananya akan diresmikan hari ini, Senin 9 Mei 2022 mulai pukul 19.00 WIB. Proyek raksasa di Banten menghabiskan anggaran hampir satu trilyun APBD Banten Tahun Anggaran 2021.

Proyek BIS seluas 60 hektar ini menjadi attensi dan pertanyaan besar untuk masyarakat pasalnya dinilai terjadi penghamburan anggaran saja.

Nilai Pagu Paket Rp 983.000.000.000,00 dan  Nilai HPS Paket Rp 944.715.338.166,45.  Forecasting BEF/Kembali Modal dari harga HPS Rp 944.715.338.166,- dibagi dengan 24 bulan = Rp.39.363.139.090/ artinya setiap bulan Pemprov Banten harus ada pemasukan rata-rata sebesar Rp 944.715.338.166,- atau kalau kita bagi dengan 730 hari = maka rata-rata perharinya Rp 1.294.130.600,-/ sehingga Pemprov Banten harus ada pemasukan seharinya sebesar Rp 1.294.130.600,-, Hal ini dikatakan oleh Saeful Bahri Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Masayarakat Anti Kriminalitas (GMAKS) di ruang kerjanya, Senin (09/05/2022).

“Banten International Stadion itu berada di kecamatan Curug kota Serang, berdiri di lahan seluas 60 hektar dan mempunyai bangunan seluas 78.116 meter, nantinya dapat menampung sekitar 40 ribu orang, katanya, ucap Ketum GMAKS.

Jelas proyek raksasa ini sangat menguras APBD Banten pasalnya jika kita melihat fungsi dari BIS ini dalam relevansi keidupan masyarakat Banten, kami menilai alur kebijakan ini sangatlah tidak berpiak pada masyarakat Banten secara umum, karena Banten masih butuh infra struktur yang lain yang lebih dibutuhkan langsung oleh masyarakat.

” Kami sebagai bagian dari masyarakat Banten merasa sangat terdzolimi dengan arah kebijakan pemerintah provinsi Banten ini sehingga hal ini perlu kiranya masyarakat untuk mempertanyakan hal tersebut,” ujarnya.

Masih dikatakannya, Pemprov Banten dan steak holdernya harus bertanggungjawab kepada masyarakat Banten terkait proyek ini, hal yang harus kita sikapi dengan dibangunya BIS ini antara lain;

1. Maksud dan tujuan membangun Stadion Banten sebesar itu untuk apa?
2. Biayanya kok besar banget hampir satu trilyun?
3. Siapa yang mengelola biaya perawatanya?
4. Apakah sudah tepat membangun Stadion Sport Centre di wilayah Curug, kota Serang? dan apakah itu bukan pemborosan APBD?
5. Pengusaha mana yang mau sewa atau kerjasama dalam perawatan dan bisnis di stadion ini?

Jangan sampai stadion ini  dalam jangka waktu 3 tahun jadi sarang penyamun? karena tidak ada yang mau mengelola dan tidak ada yang mau sewa, jelas Saeful.

 

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman provinsi Banten M Rachmat Rogiyanto saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App miliknya asih belum bisa memberikan keterangannya, hingga berita ini diturunkan. (dd-siber)

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi