[metaslider id="20825"]PEMILIH CERDAS
Connect with us

Uncategorized

PEMILIH CERDAS

Oleh : Muhamad Yani Rizal ( Dewan Redaksi SBNews ) Serang, 22 Januari 2018

SBNews – Banten | 27 Juni 2018 akan berlansung Pilkada Serentak di negeri ini. Ada 4 daerah Kabupaten/Kota di Provinsi yang akan memilih Paslon Kepala Daerah. Kabupaten/Kota Tanggerang dan Kabupaten Lebak hampir dipastikan Paslon Tunggal. Walaupun KPU Kabupaten/Kota tengah dan akan memproses keabsahan Vertung dan Vermin sesuai ketentuan dan peraturan.
Sedangkan Kota Serang sementara ini update ada 4 Paslon. Dukungan parpol 2 paslon, yaitu : Vera Nurlela Jaman/Nurhasan dan Syafrudin/Subadri Ussluluddin. Sedangkan jalur perseorangan juga 2 Paslon : Yaitu : Samsul Hidayat, S.Pd.I/Rohman, S.Pd.I dan Agus Irawan Hasbullah/Syamsul Bachri. Agus Irawan Hasbullah pada Pilkada Kota Serang 2014 pernah menjadi calon Walikota Serang juga melalui jalur independen, tetapi tidak terpilih.

KATAGORI PEMILIH
Ada 3 katagori pemilih (konsituen) :

1. PEMILIH TRADISIONAL 
Adalah pemilih yang memiliki hubungan emosional keluarga, kerabat,
pertemanan, relasi bisnis dsb. Pemilih yang masuk katagori ini, tidak melihat dan menganalisa secara mendalam terhadap  kapasitas paslon,  rekam jejak, visi- misi dan perahu politik pendukung (parpol/perseorangan).
Budaya ewuh pakewuh menyebabkan pemilih katagori ini memilih Paslon tertentu. Mayoritas pemilih tersebut berasal umumnya dari kelas menengah bawah di sub urban/perifer.

2. PEMILIH PROFESIONAL
Pemilih ini umumnya berasal kelas menengah. Tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi yang baik, membuat type pemilih ini lebih rasional menentukan pilihannya terhadap Paslon Kepala Daerah, dengan barometer kapasitas, rekam jejak, visi- misi, parpol pendukung dari paslon, dengan mengenyampingkan ikatan dan hubungan emosional yang ada.
3. PEMILIH PEMULA
Anak- anak muda yang berusia 17 tahun yang baru memiliki KTP dan belum pernah menjadi pemilih (Pileg/Pilpres/pIlkada), adalah sosok- sosok yang belum bisa menentukan secara tepat Paslon. Jiwa muda dengan emosional yang masih dominan, secara psikologis membuat type pemilih ini gamang menentukan pilihan. Diperlukan strategi dan taktik marketing political yang spesifik untuk menarik minat memilih salah satu paslon.
Dilemmanya katagori pemilih tradisional dan pemula lebih banyak ketimbang profesional. Dari DPT diperkirakan pemilih :
– tradisional : 60 %
– pemilih Profesional 25%
-pemilih pemula 15%
Hal tersebut adalah perkiraan data base, yang dapat dijadikan modal suara, untuk positioning dan segment pemilih untuk pemenangan, dengan marketing politycal yang tepat sasaran.

OPINI PASLON YANG DI PREDIKSI MEMENANGKAN PILKADA
Opini terbentuk di masyarakat selama ini, paslon yang menang dan terpilih pada Pilkada adalah yang didukung parpol- parpol papan atas, logistik yang besar dan berasal dari trah terpandang yang disegani bahkan ditakuti.
Sedangkan paslon yang didukung parpol- parpol papan bawah dan logistik terukur, apalagi dari jalur perseorangan dipandang sebelah mata
dan dipastikan tidak akan terpilih memenangkan Pilkada. Apalagi hasil survey dari beberapa lembaga survey, yang diduga hanya untuk menggiring dan menciptakan opini publik. Bahwa paslon tertentu : “popularitas dan elektabilitas” unggul dibanding paslon lainnya.
Opini terbentuk itulah yang harus dipatahkan.
Tentu saja dibutuhkan kepiawaian paslon dan timsesnya, untuk menyusun strategi dan taktik jitu, untuk memenangkan Pilkada, sesuai sumber dana dan daya yang ada.

WAR MANAGEMENT
Berbagai perang di muka bumi ini, tercatat di dalam sejarah dimenangkan oleh pasukan tentara dengan persenjataan dan logistik yang relatif minim, dengan mengalahkan musuhnya yang memiliki bala tentara besar, persenjataan hebat dan logistik besar. 
Sebagai contoh :
– Pizarro sang penakluk (conquador) dari Spanyol menaklukkan Indian Maya(Peru), hanya dengan 11 prajurit,
-Cortez conquador yang juga dari Spanyol menaklukan Indian Inca  (Mexico),
–  Jendral Vo Nguyen Giap merebut benteng Dien Bien Vu dari Penjajah Perancis dan mengusirnya dari Vietnam. Belakangan Jendral Vokal Nguyen Giap dengan strategi perang gerilya dan fighting spirit yang tak pernah padam, mengalahkan Amerika Serikat pada Perang Vietnam.
Pada sejarah Islam, kita mengetahui pasukan Quraish, dengan ribuan tentara yang terlatih, dikalahkan oleh ummat Islam dengan pasukan tentara yang kecil pada Perang Badar.
Begitu juga di sejarah nasional, Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit dapat mengalahkan dan mengusir pasukan tentara Kaisar Khubilai Khan dari Cina.
Tentu saja harus ada SWOT ANALYSIS terhadap paslon- paslon pesaing, sebagai parameter memenangkan Pilkada, dengan positioning “PEMILIH CERDAS”
Bukankah ajaran Sun Tsu mengatakan : 
” BILA KITA MENGETAHUI KEKUTAN MUSUH, SERIBU KALI KITA PERANG SERIBU KALI KITA MENANG
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi