Berita hari ini
Dugaan Pungli di Rutan Kelas IIB Pandeglang, Warga Binaan Diminta “Setoran” Jutaan Rupiah
PANDEGLANG,
siber.news – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan Rutan Kelas IIB Pandeglang. Sejumlah warga binaan mengaku dibebani biaya tidak resmi, mulai dari masuk ke kamar hunian hingga setoran bulanan rutin.
Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, setiap warga binaan baru diwajibkan menyetor uang dengan jumlah fantastis agar bisa menempati kamar.
“Ketika masuk, langsung diminta Rp3.000.000 dengan uang muka (DP) Rp1.000.000. Bahkan setelah itu, setiap bulan masih diminta Rp450.000 sebagai uang setoran kepada oknum Kepala Kamar,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (25/6).
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Pandeglang, Zaki, melalui keterangan resminya memberikan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa penempatan warga binaan dilakukan sesuai prosedur dan tanpa dipungut biaya.
“Hal tersebut tidak benar. Tidak ada penempatan kamar maupun fasilitas hunian yang didasarkan pada pembayaran atau pemberian sejumlah uang tertentu,” tulis keterangan resmi yang disampaikan pihak Rutan.
Lebih lanjut, pihak Rutan menegaskan tidak mentoleransi praktik pungli dalam bentuk apa pun. Mereka mengklaim telah melakukan berbagai upaya pengawasan, mulai dari penguatan integritas kepada petugas hingga pemeriksaan rutin di blok hunian guna memastikan kondisi tetap kondusif.
Zaki juga menyatakan komitmennya untuk menindak tegas oknum, baik petugas maupun warga binaan, apabila terbukti terlibat dalam praktik tersebut.
“Jika terdapat informasi yang disertai bukti terkait dugaan pelanggaran tersebut, maka akan kami tindak dan kami berikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” tegas pihak Rutan.
Hingga berita ini diturunkan, siber.news terus memantau perkembangan situasi di Rutan Kelas IIB Pandeglang dan mendorong pihak manajemen untuk membuka ruang pengaduan yang lebih transparan bagi warga binaan maupun keluarga agar praktik pungli dapat benar-benar dihilangkan.






