Berita hari ini
Berkali-kali Diajukan, Jembatan Rusak di Desa Sentul Tak Kunjung Diperbaiki
SERANG,
siber.news – Keselamatan warga Kampung Petung RT 016/02, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, kini berada di ujung tanduk. Jembatan yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat kondisinya sangat memprihatinkan dan mengancam nyawa.
Kondisi fisik jembatan sudah sangat rapuh karena dimakan usia. Bahaya kian mengintai para pengguna jalan lantaran tidak adanya pagar pembatas atau pengaman di sisi jembatan tersebut.
Ironisnya, ancaman ini seperti sengaja dibiarkan oleh Pemerintah Kabupaten Serang. Warga setempat mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Serang.
Namun, hingga detik ini, belum ada realisasi nyata dari dinas terkait. Dokumen pengajuan warga diduga hanya menjadi tumpukan sampah kertas di meja pejabat tanpa ada tindakan konkret.
Setiap hari, para pengguna jalan terpaksa bertaruh nyawa saat melintasi jalur tersebut. Ketiadaan pagar pengaman membuat risiko pengendara terjatuh sangat tinggi, terutama saat malam hari.
Kelalaian ini memantik reaksi keras dari Ketua Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS), Saeful Bahri. Ia menilai pemerintah daerah telah buram dan tuli terhadap jeritan keselamatan rakyatnya.
“Apakah Dinas PU Kabupaten Serang menunggu ada mayat jatuh di jembatan ini baru mau bekerja? Mengabaikan laporan warga yang sudah berkali-kali dikirimkan adalah bukti nyata matinya fungsi pelayanan publik. Bupati dan Kepala Dinas PU harus segera bertindak, jangan tunggu tragedi terjadi!” tegas Saeful Bahri.
Tidak ada lagi alasan bagi Dinas PU Kabupaten Serang untuk menunda-nunda pekerjaan. Berulang kali pengajuan warga diabaikan adalah bentuk kejahatan birokrasi, dan pemerintah daerah harus segera merealisasikan pembangunan jembatan ini sekarang juga sebelum menelan korban jiwa.






