Berita hari ini
Proyek Rp2,9 Miliar di Cikupa Abaikan Keselamatan, Tumpukan Tanah Galian di Badan Jalan Ancam Nyawa Pengendara
TANGERANG,
siber.news — Pelaksanaan proyek pemerintah daerah yang menelan anggaran miliaran rupiah kembali menuai sorotan tajam. Proyek Lanjutan Pembangunan Drainase Jalan Syech Nawawi (Bojong – Bugel), Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, diduga mengabaikan standar keselamatan kerja (K3) dan membahayakan keselamatan jiwa masyarakat yang melintas.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat malam, 9 Oktober 2026 pukul 20.44 WIB, tumpukan material tanah hasil galian drainase tampak menggunung dan memakan sebagian badan Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Bojong, Cikupa. Yang lebih mengkhawatirkan, galian dan material tersebut berada di area tikungan jalan tanpa dilengkapi dengan lampu penerangan yang memadai, rambu peringatan, maupun traffic cone (kerucut pengaman).

Kondisi ini membuat para pengendara, khususnya pengendara sepeda motor yang melaju pada malam hari, tidak dapat melihat rintangan di depan secara jelas. Sejumlah kendaraan tampak harus banting setir secara mendadak demi menghindari tumpukan tanah, yang berpotensi memicu kecelakaan beruntun maupun insiden tergelincir yang mengancam nyawa.
Padahal, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 ini dikerjakan oleh CV. Elbrus Bangun Cipta dengan nilai kontrak fantastis sebesar Rp 2.927.296.000,00 dan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Dengan anggaran sebesar itu, aspek K3 dan kenyamanan publik seharusnya menjadi prioritas utama, bukan justru mengorbankan keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang selaku instansi penanggung jawab diharapkan segera turun tangan menindaklanjuti kelalaian ini sebelum jatuh korban jiwa di lokasi proyek.






