Berita hari ini
Rekonstruksi Jalan Balaraja – Ceplak Segmen 1 Retak Parah, Proyek Rp3,9 Miliar Disorot
Tangerang,
siber.news –Proyek Rekonstruksi Jalan Balaraja – Ceplak Segmen 1 di Kecamatan Balaraja mendadak menuai sorotan publik. Pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana masyarakat ini dinilai menyimpang dari standar kualitas teknis yang semestinya.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Nilai pagu anggaran yang digelontorkan untuk proyek tersebut mencapai Rp3.979.075.000.
Pelaksanaan proyek jalan bernilai hampir Rp4 miliar ini dipercayakan kepada CV. Putri Parahyangan. Durasi kontrak kerja yang diberikan kepada pihak pelaksana adalah selama 120 hari kalender.
Namun, kondisi riil di lapangan justru menunjukkan indikasi kegagalan konstruksi yang cukup masif. Struktur badan jalan terlihat mengalami retak vertikal yang cukup dalam hingga berlubang parah.
Kerusakan struktural semacam ini mengindikasikan adanya penurunan daya dukung tanah dasar (subgrade) yang tidak stabil. Dugaan kuat mengarah pada buruknya proses pemadatan tanah atau compaction sebelum pengecoran dilakukan.

Selain itu, kualitas adukan beton atau mutu material agregat yang digunakan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) teknis. Akibatnya, konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas.
Secara teknis, kerusakan dini ini juga mencerminkan lemahnya manajemen pengawasan internal dari dinas teknis terkait. Konsultan pengawas dan pejabat pembuat komitmen dinilai abai dalam mengontrol tahapan pelaksanaan di lapangan.
Dampak dari buruknya kualitas fisik jalan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara. Potensi kecelakaan lalu lintas meningkat drastis akibat permukaan jalan yang ambles dan retak.
Hingga berita ini diturunkan, transparansi pertanggungjawaban dari pihak kontraktor pelaksana masih dinantikan publik. Publik mendesak adanya audit menyeluruh terhadap spesifikasi teknis proyek tersebut.
Sementara itu, Ardi selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, saat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan apapun.






