Berita hari ini
Proyek Galian Pipa Perumda Tirta Benteng Rusak Saluran Air Baru di Periuk Jaya
TANGERANG,
siber.news — Proyek galian pemasangan pipa air bersih yang dikerjakan oleh Perumda Tirta Benteng di Jalan Arya Kemuning, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, menuai sorotan tajam. Alih-alih menghadirkan peningkatan fasilitas bagi masyarakat, proyek utilitas tersebut justru meninggalkan jejak kerusakan parah pada infrastruktur publik yang baru saja selesai dibangun.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat, 19 September 2026, bangunan saluran air atau drainase yang berada di sisi Jalan Arya Kemuning terlihat hancur. Bagian dinding beton dan plat penutup saluran air yang belum lama rampung kini tampak jebol, retak, dan berserakan akibat aktivitas galian proyek.
Kondisi ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan publik terkait kualitas perencanaan serta pengawasan teknis dari pihak pelaksana proyek. Proyek yang seharusnya dikerjakan secara hati-hati agar tidak merusak fasilitas umum lain justru terkesan dikerjakan secara asal-asalan dan mengabaikan standar konstruksi.
Keberadaan papan proyek di lokasi dengan jelas mencantumkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan proyek pemasangan pipa air bersih demi peningkatan pelayanan. Namun, peningkatan pelayanan bagi sebagian warga ini justru berbalik menjadi malapetaka kecil bagi kenyamanan lingkungan sekitar akibat rusaknya fasilitas drainase.
Sejumlah warga setempat pun meluapkan kekecewaan mereka atas amburadulnya pengerjaan di lapangan. Warga menilai pihak kontraktor proyek bertindak semena-mena karena merusak fasilitas umum yang belum lama dinikmati oleh masyarakat tanpa ada upaya perbaikan yang cepat.

“Bagaimana tidak kesal, saluran air itu baru saja selesai dibangun dan dirasakan manfaatnya oleh warga. Sekarang malah hancur berantakan akibat galian pipa PDAM ini,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Jumat (19/9/2026).
Warga lainnya menambahkan bahwa selain merusak saluran air, aktivitas proyek tersebut juga meninggalkan gundukan tanah galian dan material bangunan yang mengotori bahu jalan. Hal ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan para pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan tanggap darurat atau perbaikan dari pihak kontraktor maupun instansi terkait untuk memulihkan kondisi saluran air yang rusak. Tumpukan material dan puing-puing beton masih dibiarkan berserakan di sekitar lokasi galian.
Masyarakat dan warga setempat mendesak agar pihak Perumda Tirta Benteng dan dinas terkait segera turun tangan mengevaluasi kinerja pelaksana lapangan. Kontraktor dipandang harus bertanggung jawab penuh untuk memperbaiki kerusakan drainase tersebut seperti sedia kala.
Jika kerusakan ini terus dibiarkan tanpa ada kejelasan perbaikan, warga mengancam akan melakukan aksi protes yang lebih luas. Publik berharap agar proyek-proyek pemerintah tidak justru mengorbankan fasilitas umum yang telah dibangun dari uang rakyat.






