Berita hari ini
Klarifikasi SMPN 5 Pasarkemis: Siap Evaluasi dan Tiadakan Outing Class Jika Membebani
TANGERANG,
siber.news — Pihak SMPN 5 Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna menanggapi sorotan publik dan keluhan wali murid terkait berbagai iuran serta kebijakan di lingkungan sekolah.
Kepala sekolah, Noor Nurhasanah menyampaikan penjelasan komprehensif untuk meluruskan informasi yang beredar agar tercipta transparansi dan objektivitas di tengah masyarakat.
Terkait iuran kas kelas untuk pembelian kipas angin dan pengecatan tembok, pihak sekolah menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan inisiatif serta kesepakatan internal antara komite kelas dan sebagian orang tua demi kenyamanan belajar siswa.
Meski demikian, pihak manajemen menyatakan akan segera mengevaluasi seluruh mekanisme penarikan iuran agar ke depan lebih terbuka dan melibatkan musyawarah yang utuh.
Ihwal pemotongan dana cendara mata atau pensiun guru yang bersumber dari uang kas kelas, pihak sekolah menegaskan akan langsung melakukan penertiban dan evaluasi internal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Mengenai paket seragam di koperasi seharga Rp850.000, pihak sekolah menjelaskan bahwa kebijakan itu bertujuan menyeragamkan atribut serta memudahkan orang tua, sekaligus membuka ruang komunikasi bagi yang mengalami kendala finansial.
Terkait rencana kegiatan outing class yang sempat dikeluhkan karena kisaran biayanya, pihak sekolah menegaskan sikap yang sangat kooperatif dan responsif terhadap aspirasi orang tua.
Pihak manajemen memastikan bahwa kegiatan luar kelas tersebut bersifat tidak wajib, masih dalam tahap perencanaan, dan dikembalikan sepenuhnya kepada keputusan para wali murid.
Secara tegas menyatakan, “Jika rencana kegiatan outing class tersebut membebani para orang tua murid, maka pihak sekolah siap mengambil langkah tegas untuk meniadakan kegiatan tersebut,” ujarnya.
Melalui klarifikasi ini, pihak sekolah juga menambahkan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun.
“Kami berkomitmen akan terus memperbaiki tata kelola, memperketat musyawarah terbuka, serta bersiap bersinergi dengan Dinas Pendidikan demi menjaga kondusivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah ini,” pungkasnya.






