Berita hari ini
“Siapa Aja yang Minta Kita Kasih”, Tanah Kerukan Kali Gandaria Gratis untuk Warga
Tangerang,
siber.news – Kegiatan pengerukan di Kali Gandaria, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Tangerang, yang sempat menuai tanda tanya akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak penyelenggara. Penjelasan ini sekaligus meluruskan dugaan miring terkait legalitas pengerjaan yang sempat dianggap sebagai proyek tanpa kejelasan administrasi oleh sebagian pihak.
Tris, selaku pelaksana lapangan yang mengomandoi kegiatan tersebut, angkat bicara untuk meluruskan situasi. Beliau menegaskan bahwa seluruh aktivitas alat berat di lokasi sama sekali tidak menggunakan dana sepeser pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang, melainkan murni dari hasil patungan warga.
“Kegiatan ini adalah inisiatif murni dari swadaya masyarakat Kecamatan Sukatani yang peduli terhadap lingkungan. Itulah alasan mengapa di lokasi tidak terpasang papan informasi proyek kedinasan, karena ini bukan proyek pemerintah,” ujar Tris saat memberikan keterangan resmi di lokasi, Rabu (1/7/2026).
Tris memaparkan bahwa pengerukan ini sengaja diinisiasi secara mandiri karena warga mengkhawatirkan ancaman banjir yang kerap melanda pemukiman saat intensitas hujan tinggi. Menurutnya, jika harus menunggu antrean pengajuan anggaran resmi, dikhawatirkan penanganan sedimentasi kali akan terlambat dan merugikan masyarakat sendiri.
Terkait sorotan mengenai armada truk yang mengangkut material tanah hasil kerukan dari excavator, Tris membantah keras adanya praktik jual beli tanah negara. Ia meluruskan bahwa pihak pelaksana membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang sedang membutuhkan tanah urugan untuk keperluan peninggian lahan.
“Kami tidak pernah menjual tanah hasil kerukan ini kepada pihak mana pun. Prinsip kami di lapangan sangat terbuka, siapa aja yang butuh tanah urugan dan meminta kepada kami, ya langsung kita kasih secara gratis tanpa dipungut biaya material,” tegas Tris.
Lebih lanjut, Tris menjelaskan bahwa kehadiran truk-truk di lokasi justru sangat membantu pihak pelaksana dalam mengosongkan bantaran kali. Jika tanah hasil pengerukan dibiarkan menumpuk di pinggir saluran, dikhawatirkan tanah tersebut akan kembali longsor ke dalam kali saat hujan turun dan membuat pengerjaan menjadi sia-sia.
Melalui klarifikasi ini, Tris berharap dinamika dan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan maupun media dapat segera mereda. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk bersama-sama mendukung aksi gotong royong ini demi kenyamanan dan keselamatan warga Sukatani dari ancaman banjir.






