Berita hari ini
Tanggapi Sorotan Anggaran Makan-Minum, Camat Pasar Kemis: Itu Nilai Gelondongan untuk 4 Kelurahan
TANGERANG, siber.news — Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin S.IP., M.Si., memberikan klarifikasi resmi terkait sorotan publik mengenai alokasi anggaran Belanja Makanan dan Minuman Rapat pada APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 miliar yang sempat memicu perdebatan.
Saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya pada Jumat (26/6/2026), H. Nurhanudin yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah biaya untuk satu kegiatan tunggal, melainkan akumulasi dari kebutuhan operasional yang luas.
Menurut H. Nurhanudin, persepsi mengenai adanya “paket jumbo” muncul karena metode penginputan data yang bersifat gelondongan. Ia menjelaskan bahwa wilayah administratif Kecamatan Pasar Kemis membawahi 4 kelurahan, sehingga anggaran tersebut mencakup kebutuhan rapat koordinasi dan operasional untuk seluruh wilayah kerja selama satu tahun.
”Perlu kami luruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Nilai yang tertera dalam sistem merupakan angka gelondongan untuk mengakomodasi kebutuhan konsumsi rapat baik di tingkat kecamatan maupun di 4 kelurahan. Jadi, nominal besar itu adalah akumulasi tahunan untuk seluruh wilayah kerja kami,” ujar H. Nurhanudin.
Terkait sorotan mengenai empat paket pekerjaan dengan nilai di atas Rp200 juta yang dinilai melewati ambang batas prosedur pengadaan langsung, H. Nurhanudin memberikan penjelasan teknis. Ia menegaskan bahwa penetapan nilai tersebut telah disesuaikan dengan proyeksi volume kegiatan riil di lapangan guna memastikan pelayanan publik tidak terhambat selama satu tahun anggaran.
”Kami pastikan perencanaan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan nyata untuk mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada niatan untuk melakukan pemecahan paket atau kesengajaan menghindari prosedur tender yang berlaku,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi, H. Nurhanudin menyatakan pihaknya selalu terbuka untuk memberikan penjelasan administratif lebih mendalam terkait pengelolaan keuangan tersebut.
”Prinsipnya, kami berkomitmen pada pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Kami siap untuk memberikan klarifikasi administratif agar penggunaan anggaran ini dipahami secara objektif sesuai dengan peruntukannya di lapangan,” tutupnya.






