Berita hari ini
Dituding Rugikan Daerah, Perumda Tirta Benteng Sebut Pipa Warisan TKR Jadi Penyebab Deviden Anjlok
TANGERANG,
siber.news – Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menyebut infrastruktur pipa yang sudah tua menjadi penyebab utama menurunnya setoran deviden atau keuntungan perusahaan kepada pemerintah daerah.
Tingginya angka kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) dinilai menggerogoti pendapatan BUMD tersebut. Sebagian besar kebocoran terjadi pada pipa distribusi yang usianya sudah melebihi 35 tahun.
Humas Perumda Tirta Benteng, Yayan, menjelaskan bahwa banyak meter air di pelanggan yang juga sudah usang karena berumur lebih dari 10 tahun. Hal ini memicu ketidakakuratan data dan kebocoran air yang tinggi.
Infrastruktur yang mulai lapuk tersebut diketahui merupakan aset hibah atau penyerahan dari Perumdam TKR milik Kabupaten Tangerang yang diterima pada tahun 2020 lalu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, manajemen mengaku telah mengganti sekitar 25.000 meter air sejak tahun 2023 hingga 2025. Perusahaan juga membangun sistem SCADA untuk memantau titik kebocoran secara lebih cepat.
Upaya perbaikan tersebut diklaim berhasil menekan angka kehilangan air secara bertahap. Angka kebocoran yang sempat menyentuh 44 persen pada tahun 2022, berhasil diturunkan menjadi 35 persen di tahun 2025.
Di sisi lain, kinerja keuangan BUMD ini terus mendapat sorotan dari Gerakan Masyarakat Tangerang (GMT). Mereka mempertanyakan mengapa deviden perusahaan justru anjlok drastis setelah mendapat tambahan 20 ribu pelanggan baru dari Kabupaten.
Data menunjukkan deviden Perumda TB terus merosot dari Rp613 juta pada 2021 hingga menyentuh Rp324,9 juta pada 2023, sebelum tiba-tiba melonjak menjadi Rp3 miliar tahun lalu. Kondisi yang fluktuatif ini membuat publik mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) memeriksa laporan keuangan perusahaan.






