Berita hari ini
Jembatan Leuwi Awi Rusak Parah, Pemkab Lebak Dinilai Tutup Mata
LEBAK,
siber.news – Jembatan penghubung antara Desa Parakanbeusi (Bojongmanik) dan Desa Bojong Menteng (Leuwidamar) di Kampung Leuwi Awi kini berada dalam kondisi kritis. Meski menjadi akses utama warga, hingga Senin (27/04/2026), belum ada tanda-tanda perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Lebak.
Kerusakan jembatan ini sudah berlangsung lama dan kian mengkhawatirkan. Lantai jembatan yang hanya beralaskan bambu kini telah berlubang, sementara struktur penyangganya mulai melapuk. Pemandangan ini mencerminkan pengabaian terhadap infrastruktur vital di wilayah pedesaan.
Padahal, jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. Tanpa adanya akses alternatif yang memadai, masyarakat terpaksa bertaruh nyawa setiap kali melintas demi bekerja, bersekolah, maupun mendapatkan layanan kesehatan.
Kekecewaan mendalam diutarakan oleh Ali Sobri, warga Desa Parakanbeusi. Ia menilai lambannya respons pemerintah adalah bukti nyata kurangnya kepedulian terhadap keselamatan rakyat kecil. Menurutnya, suara warga selama ini seolah hanya angin lalu bagi para pengambil kebijakan.
“Sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan. Kami merasa tidak diperhatikan. Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah sibuk bertindak,” tegas Ali dengan nada getir saat meninjau lokasi jembatan yang nyaris ambruk tersebut.
Sikap diamnya Pemkab Lebak dalam menangani persoalan ini menuai kritik tajam. Pembiaran terhadap infrastruktur yang rusak parah dianggap sebagai bentuk kegagalan pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar warga atas akses jalan yang aman dan layak.
Warga kini mendesak adanya langkah konkret, bukan sekadar janji atau peninjauan tanpa realisasi. Mereka menuntut perbaikan menyeluruh agar jembatan permanen segera dibangun demi menjamin keamanan aktivitas harian ribuan masyarakat di dua kecamatan tersebut.
Jika terus dibiarkan tanpa penanganan darurat, jembatan Leuwi Awi hanya tinggal menunggu waktu untuk roboh sepenuhnya. Pemerintah Kabupaten Lebak ditantang untuk segera turun tangan sebelum kelalaian ini memicu tragedi yang tidak diinginkan.








