Berita hari ini
Gubernur Banten Disemprot: Cuma Jago Akting di Medsos, Aslinya Sombong!
SERANG,
siber.news – Gubernur Banten dituding cuma pintar main drama di media sosial. Ketua Umum GMAKS, Saeful Bahri, menilai gaya merakyat Gubernur di internet hanyalah pencitraan palsu karena kenyataannya sangat sulit dihubungi untuk urusan rakyat.
Kritik pedas ini muncul karena Gubernur dianggap masa bodoh terhadap laporan ormas. Padahal, banyak temuan anggaran aneh di kantor-kantor dinas yang harus dijelaskan. “Gubernur cuma sibuk cari muka di medsos,” ujarnya.
Saeful bilang, gaya cepat tanggap Gubernur cuma ada di layar HP. Di dunia nyata, Gubernur justru menutup telinga dari kritik dan masukan masyarakat. “Di medsos kelihatan peduli, aslinya tidak tanggap,” katanya.
Ia mengaku sudah berkali-kali mencoba menghubungi lewat WhatsApp dan telepon, tapi tidak pernah digubris sama sekali. Padahal, yang ingin dibahas adalah soal pemborosan uang rakyat. “Ditelepon tidak diangkat, di-chat pun dicuekin,” tambahnya.
Sikap diam ini dianggap sebagai tanda bahwa Gubernur Banten anti-kritik. Pemimpin daerah harusnya berani menghadapi masalah, bukan cuma milih-milih isu yang bikin namanya bagus.
“Pemimpin itu jangan antikritik,” tegasnya.
GMAKS merasa akses komunikasi yang tertutup ini sangat merugikan masyarakat. Kalau lembaga saja dipersulit, apalagi rakyat kecil yang ingin mengadu. “Jangan manis di konten tapi pahit di kenyataan,” ungkapnya.
Saeful mendesak Gubernur untuk berhenti bersembunyi di balik kamera dan mulai berani bicara jujur soal anggaran. Rakyat butuh solusi nyata, bukan cuma video bagus di Instagram. “Kami butuh pemimpin yang nyata, bukan tukang konten,” cetusnya.
Jika tidak ada perubahan, GMAKS mengancam akan turun ke jalan melakukan demo besar-besaran. Mereka menuntut kejelasan soal transparansi duit rakyat di Banten. “Kalau terus begini, kami bakal aksi massa,” pungkasnya.








