Berita hari ini
Setahun Sachrudin-Maryono: LSM GIAS Puji Dinkes, Kritik Tajam Kinerja PUPR
Tangerang
siber.news | Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan, DPD LSM GIAS Kota Tangerang merilis evaluasi komprehensif terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Evaluasi ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial atas jalannya birokrasi di Kota Tangerang.
Ketua DPD LSM GIAS Kota Tangerang, Ajis Pramuji, menyampaikan bahwa satu tahun pemerintahan merupakan fase strategis untuk mengukur konsistensi visi kepemimpinan. “Kritik ini bukan untuk melemahkan pemerintahan, melainkan untuk memperkuat integritas dan kualitas pelayanan publik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Apresiasi khusus diberikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang yang dinilai sukses menghadirkan dampak konkret bagi masyarakat. Beberapa capaian yang disorot antara lain optimalisasi Puskesmas 24 jam, penguatan program penanganan stunting, hingga digitalisasi sistem rujukan dan administrasi elektronik.
Ajis menilai kinerja Dinas Kesehatan telah mencerminkan implementasi prinsip good governance yang sejalan dengan regulasi nasional. “Dinas Kesehatan menunjukkan pola kerja terukur dan berbasis data. Ini patut menjadi contoh bagi OPD lainnya,” katanya menambahkan.
Namun, catatan merah diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), khususnya Bidang Bina Marga. Berdasarkan monitoring lapangan, LSM GIAS menemukan indikasi kerusakan dini pada sejumlah proyek infrastruktur jalan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.
LSM GIAS juga menyoroti lemahnya pengawasan kualitas pekerjaan serta adanya indikasi dugaan praktik gratifikasi dalam proses proyek. “Dugaan gratifikasi dan buruknya kualitas proyek harus diuji secara hukum. Jika dibiarkan, ini merugikan keuangan daerah dan masyarakat,” tegasnya.
Terkait temuan tersebut, Ajis berharap Wali Kota tidak hanya menerima laporan yang bersifat normatif dan menyenangkan saja. “Kepemimpinan yang kuat harus berani turun langsung, menguji fakta di lapangan, dan melakukan koreksi jika ada penyimpangan,” imbuhnya menanggapi situasi tersebut.
Sebagai penutup, DPD LSM GIAS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan secara objektif dan profesional. Mereka akan mendukung kebijakan yang pro-rakyat, namun tetap kritis terhadap kebijakan yang berpotensi menyimpang demi pemerintahan yang transparan.





















