Berita hari ini
Sampah Menggunung di Kampung Babakan: Iuran Lancar, Pengangkutan Macet Jelang Ramadan
KOTA TANGERANG,
siber.news – Warga RT 04 RW 04, Kampung Babakan, mengeluhkan tumpukan sampah yang tak diangkut lebih dari sepekan. Aroma busuk kini menyengat di tengah pemukiman padat yang seharusnya mulai bersiap menyambut bulan suci.
Pemandangan kumuh terlihat jelas dari kantong plastik yang menggantung di pagar dan meluber ke jalan. Kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung lama tanpa ada tanda-tanda armada pengangkut sampah akan melintas.
Susi, salah satu warga, menyatakan kekecewaannya karena pelayanan tidak sebanding dengan kewajiban yang dijalankan. “Saya rutin bayar iuran sampah 10 ribu per bulan, tapi seminggu lebih tidak diangkut,” cetusnya dengan nada kesal.
Opung, selaku pemilik kontrakan, membenarkan pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh penghuninya taat administrasi. Setiap pintu kontrakan dipastikan membayar iuran 10 ribu rupiah per bulan untuk biaya kebersihan.
Keresahan juga disampaikan oleh Julia, salah seorang warga yang mengontrak di lokasi tersebut. Ia menyatakan bahwa warga sangat mendambakan lingkungan yang bersih, terutama saat memasuki bulan puasa yang tinggal menghitung hari.

Bahkan, Julia menegaskan bahwa warga bersedia jika harus dipungut biaya tambahan. “Jika harus dipungut lagi tidak jadi masalah, asalkan sampah diangkat setiap hari atau minimal seminggu tiga kali,” ungkap Julia sebagai bentuk keputusasaan warga.
Masalah teknis di lapangan memang cukup sulit karena lokasi rumah kontrakan berada di gang sempit yang tidak masuk kendaraan roda empat. Namun, warga berharap pemerintah mengerahkan armada motor sampah (bentor) untuk menjangkau titik tersebut.
Warga RT 04 RW 04 kini menuntut tanggung jawab nyata atas iuran yang telah mereka setorkan. Mereka mendesak agar sampah segera dievakuasi sebelum hari pertama puasa dimulai agar lingkungan kembali sehat dan ibadah menjadi khusyuk.





















