Berita hari ini
Rapor Merah Setahun Pimpinan Lebak: Mahasiswa Segel Gedung Negara
LEBAK,
siber.news – Aliansi Mahasiswa Lebak (AML) yang terdiri dari GMNI, HMI, PMII, dan Kumala, mengepung Kantor Bupati Lebak pada Senin (2/3/2026). Aksi ini merupakan raport merah atas satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang dinilai gagal membawa perubahan signifikan bagi tata kelola daerah.
Mahasiswa membawa 14 poin tuntutan krusial yang menyoroti isu transparansi anggaran dan dugaan maladministrasi. Salah satu poin utama adalah desakan untuk mengusut tuntas dugaan “izon proyek” pada rehabilitasi Alun-alun Rangkasbitung serta audit anggaran baju dinas pejabat yang menelan dana Rp350 juta lebih.
Aksi massa berlangsung panas dengan diwarnai pembakaran ban dan upaya paksa masuk ke area kantor. Kericuhan kecil sempat terjadi saat mahasiswa terlibat saling dorong dengan aparat keamanan hingga nekat memanjat pagar demi menuntut kehadiran Bupati secara langsung.
Koordinator Lapangan, Musail Waedurat, menegaskan bahwa Pemkab Lebak harus bertanggung jawab atas ketimpangan pendidikan antara kota dan desa. Mahasiswa juga menuntut evaluasi total terhadap pengelolaan Pasar Semi Rangkasbitung yang dianggap membebani pedagang kecil.
Isu kesehatan dan infrastruktur turut menjadi sorotan tajam, termasuk desakan pembangunan Pustu Panggarangan dan pengusutan dugaan pungutan liar dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional. AML menilai arah program prioritas Kabupaten Lebak saat ini masih kabur dan jauh dari prinsip good governance.
Meski sempat diterima beraudiensi oleh Wakil Bupati Amir Hamzah di Pendopo, mahasiswa merasa tidak puas. Bagi mereka, penjelasan Wakil Bupati belum menjawab tuntutan substantif, terutama terkait kepastian penegakan aturan operasional truk pasir dan transparansi anggaran daerah.
Sebagai puncak kekecewaan karena Bupati tak kunjung menemui massa, mahasiswa melakukan aksi simbolis dengan menyegel Gedung Negara. Tindakan ini merupakan pesan keras bahwa pemerintah daerah sedang dalam kondisi darurat kepercayaan publik dan evaluasi total tidak bisa ditunda lagi.
Aksi bubar menjelang Magrib dengan pengamanan ketat aparat kepolisian. Namun, mahasiswa mengancam akan kembali turun ke jalan pada Selasa dini hari pukul 03.00 WIB untuk menagih janji pertemuan langsung dengan Bupati yang rencananya difasilitasi oleh Kapolres Lebak.





















