Berita hari ini
Proyek Lanjutan Jalan Cituis Sukadiri Senilai 6 Miliar Diduga Asal Jadi, Pemadatan Agregat Disorot
TANGERANG,
siber.news – Pengerjaan proyek Lanjutan Rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri – Jati Gintung yang dilaksanakan oleh CV. PUTRA INDAH KREDIBEL, kini tengah menjadi sorotan tajam. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, ditemukan sejumlah indikasi teknis yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi standar pembangunan jalan, sehingga memicu kekhawatiran akan kualitas bangunan.
Indikasi pertama yang mencuat adalah proses pemadatan agregat yang dinilai kurang maksimal. Di beberapa titik, hamparan material agregat terlihat masih labil dan belum terkunci dengan sempurna, yang dikhawatirkan akan memicu keretakan dini atau amblas saat beban kendaraan mulai melintas di atasnya.
Tak hanya soal agregat, dugaan praktik curang juga mengarah pada penggunaan metode “nonggong kuya” dalam hamparan beton dasar atau Lean Concrete (LC/B0). Metode ini disinyalir sengaja dilakukan oleh oknum pelaksana untuk memanipulasi volume beton agar terlihat tebal di bagian pinggir, namun tipis di bagian tengah guna menyunat penggunaan kubikasi beton.
Proyek yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp. 6.265.500.000,00 (Enam Miliar Dua Ratus Enam Puluh Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) ini langsung mendapat tanggapan serius dari Andini, perwakilan dari Timsus Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS). Ia menyatakan bahwa pengerjaan dengan nilai kontrak sebesar itu seharusnya dilakukan dengan kualitas terbaik.
“Kami sangat menyayangkan jika pengerjaan dengan nilai kontrak lebih dari enam miliar ini dilakukan asal-asalan. Pemadatan agregat adalah pondasi vital, jika itu saja sudah bermasalah, ditambah lagi dugaan pengurangan ketebalan B0, maka dipastikan umur jalan ini tidak akan bertahan lama,” tegas Andini, Jum’at (24/4).
Lebih lanjut, Andini menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pengawasan secara ketat. Menurutnya, partisipasi publik sangat diperlukan sebagai fungsi kontrol agar pihak CV. PUTRA INDAH KREDIBEL tidak bekerja semena-mena dalam mengejar target waktu tanpa memperhatikan kualitas fisik bangunan.
“Masyarakat harus berani menegur atau melaporkan jika melihat ada kejanggalan di lapangan. Jangan sampai anggaran besar dari pajak rakyat hanya menghasilkan jalan yang baru sebulan dipakai sudah rusak kembali. Pengawasan kolektif adalah kunci agar hasil proyek ini maksimal,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai temuan tersebut. Timsus Perkumpulan GMAKS berkomitmen akan terus memantau progres di lapangan guna memastikan transparansi teknis pengerjaan agar kerugian negara dapat diminimalisir.








