Berita hari ini
Proyek Drainase Teluknaga Rp830 Juta Disorot: Air Mandek, Diduga Asal-Asalan
TANGERANG,
siber.news — Alih-alih menghadirkan solusi infrastruktur yang solutif bagi masyarakat, proyek pembangunan drainase di Jalan Raya Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, justru menuai sorotan tajam. Proyek bernilai ratusan juta rupiah ini dinilai terkesan dikerjakan seadanya dan hanya menjadi formalitas belaka.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek bertajuk Pembangunan Drainase Jalan Teluknaga – Bojongrenged tersebut menelan anggaran senilai Rp 830.699.900. Kegiatan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 ini digarap oleh CV. Surya Abdi Pratama dengan alokasi waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender.
Namun, pantauan langsung awak media di lokasi pada Jumat (18/9/2026) memperlihatkan kontras antara besaran anggaran dengan realisasi di lapangan. Alih-alih memperlancar aliran air, kondisi saluran drainase yang tengah dikerjakan justru memprihatinkan karena genangan air limbah tampak mandek total dan tidak mengalir sama sekali.
Tertahannya air limbah di dalam galian tersebut membuktikan buruknya perencanaan teknis dan pengawasan dari pihak kontraktor pelaksana. Aliran air yang tergenang di area kerja mengindikasikan bahwa fungsi utama drainase untuk mengalirkan air sama sekali tidak tercapai, bahkan berpotensi merusak kualitas adukan semen pada struktur bangunan.
Kondisi ini pula yang memicu persepsi kuat di tengah masyarakat bahwa proyek berbanderol hampir Rp1 miliar ini diduga kuat hanya dikerjakan sekadar menggugurkan kewajiban atau formalitas administrasi anggaran semata. Akibatnya, asas manfaat yang seharusnya dirasakan oleh warga justru terabaikan.
Tidak hanya persoalan teknis aliran air yang mandek, proses pengerjaan di lapangan juga mengabaikan kenyamanan warga sekitar. Galian proyek yang menganga tepat di depan deretan ruko membuat akses ekonomi warga terganggu, di mana para pemilik usaha dan pembeli harus melewati titian papan kayu darurat yang rapuh.
Para pengamat kebijakan publik dan pegiat sosial mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Tangerang untuk tidak menutup mata terhadap temuan ini. Instansi terkait diminta segera turun tangan mengevaluasi total kinerja CV. Surya Abdi Pratama agar uang rakyat tidak terbuang percuma untuk proyek yang gagal fungsi.
“Kalau airnya saja tidak jalan dan justru menggenang di galian, untuk apa proyek ini dibuat? Jangan-jangan proyek ini hanya jadi proyek formalitas untuk menghabiskan anggaran tanpa memikirkan fungsi jangka panjangnya,” cetus salah satu warga sekitar dengan nada geram.
Masyarakat dan unsur kontrol sosial di Teluknaga memperingatkan pihak pelaksana agar tidak bermain-main dengan spesifikasi teknis dan mutu bangunan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan guna membongkar indikasi-indikasi penyimpangan dalam proyek daerah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berusaha mendapatkan keterangan resmi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BMSDA Kabupaten Tangerang dan pihak kontraktor pelaksana. (Red)






