PPDB SMAN 15 Kota Tangerang Diduga Jadi Ajang Bisnis Kepala Sekolah
Connect with us

PPDB SMAN 15 Kota Tangerang Diduga Jadi Ajang Bisnis Kepala Sekolah

PPDB SMAN 15 Kota Tangerang Diduga Jadi Ajang Bisnis Kepala Sekolah

Berita hari ini

PPDB SMAN 15 Kota Tangerang Diduga Jadi Ajang Bisnis Kepala Sekolah

Siber.news – Kota Tangerang | Pendaftaran Penerima Didik Baru) tahun 2021 yang dilaksanakan di sekolah menengah atas ( SMA) Negeri 15 kota Tangerang yang beralamat di Jalan Villa Regenci RT 11/09 Kelurahan Periuk Kecamatan Periuk, Rabu ( 21-07-2021).

Jalur Zonasi adalah harapan masyarakat yang terdekat supaya bisa masuk dengan mudah ke sekolah SMAN 15 tersebut.

Namun hasilnya tidak sesuai dengan yang sudah di atur oleh ketentuan pemerintah bahwa zonasi adalah untuk lingkungan serta batas yang terdekat lebih di ahulukan.

Tapi diduga  ada siswa yang termasuk jalur Zonasi dan berjarak sejauhan 399 M, malah tidak diterima namun jarak yang sampai 675M bisa keterima.

Yudi Rahayudi orangtua siswa mengaku, dirinya sudah berusaha keras setiap hari, dari Awal pendaftaran Zonasi yang valid atau eror bahkan daftar manual yang ternyata salah klik ke SMAN 15 kabupaten  Tangerang dan di berikan Referensi supaya verifikasi ke sekolah tersebut, dan langsung orang tuanya datang ke SMAN 15 Kabupaten dan menemui pak Juanda selaku operator SMAN tersebut, ucapnya

PPDB SMAN 15 Kota Tangerang Diduga Jadi Ajang Bisnis Kepala Sekolah

PPDB SMAN 15 Kota Tangerang Diduga Jadi Ajang Bisnis Kepala Sekolah (foto-adun)

Pihaknya juga mengatakan, sehabis dari SMAN 15 kabupaten dan sudah diverifikasi ke SMAN 15 Kota Tangerang.  “Keesokan harinya langsung memberitahukan ke sekolah tersebut tanpa lama lama menunda waktu sebelum pengumuman, namun karena lock down di tahan dan di titipkan sama petugas yang berada di pos Satpam tersebut,” ucap Yudi.

Diduga Kuota Siswa SMAN 15 Dijual Hingga 15 Juta

Menurut Riki Daerobi selaku Operator SMAN 15  menyatakan kepada awak media, bahwa ingin adakan klarifikasi lagi untuk menjelaskan kronologis dari awal mula siswa jalur zonasi tersebut daftar di sekolah, yang pertama salah pendaftaraan online yang semestinya ke SMAN 15 Kota malah kabupaten dan mesti verifikasi ulang ke sekolah SMAN 15, serta menyampaikan kembali ke sekolah yang dituju, tetapi kata dia, orang tua siswa Ridwan tidak balik lagi ke sekolah yang  dituju.

Dirinya pula mengatakan, orang tua Ridwan yang tidak memberikan hasil dari SMAN 15 kabupaten ke SMAN 15 Kota. “maka kita pun bisa memberikan keputusan serta tidak bisa membantu terhadap Ridwan supaya bisa masuk ke SMA 15 kota,” tegasnya.

Masih dikatakan Riki, seorang opertor pun saja sangat aneh dengan sistem online yang diberikan Dinas pendidikan sekarang bisa eror, yang aturan Ridwan bisa terdaftar hanya ada di data peminat, katanya.

Jones salahsatu anggota Komite SMAN 15 menyatakan, bahwa beliau hanya perantara dan tidak mengetahui perihal zonasi yang terdekat tidak bisa keterima, maka beliau berharap bisa adakan pertemuan lagi setelah yang pertama dengan operator Riki juga  supaya ada jalan keluar.

Ia pun terus memaksa untuk adakan pertemuan itu sampai lewat Whats App, supaya ada klarifikasi dari operator Riki, ada yang mesti dibahas bertiga, karena ada satu lagi  yang jalur zonasi tidak bisa diterima namun Ridwan lebih dekat jaraknya dan barang kali berminat bisa dia ajak buat negosiasi, ujar Jones.

Sementara berbeda dengan keterangan yang diperoleh dari Widodo yang mencoba konfirmasi kepada pihak SMAN 15 menurutnya, hanya bisa mengikuti aturan main yang biasa dilakukan Kepala Sekolah dengan cara jalur belakang, ucapnya.

“Kepala sekolah meminta 18 juta dan ketika dinego ternyata bisa turun sampe 15 juta dan baru bisa datang kerumahnya, maka dengan uang sebesar itu bisa menerima siswa masuk sekolah lewat jalur tersebut,” tegasnya.( Adun )

Siber Hukum & Kriminal

To Top