Berita hari ini
Komitmen PT Rajawali Aries Kreasindo Terjaga: Proyek Drainase APBD Banten Rp13,1 Miliar Utamakan K3, Bebas Debu, dan Kualitas Konstruksi
Tangerang,
siber.news – Pekerjaan pembangunan infrastruktur saluran drainase yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 terus mendapat perhatian dan pengawasan dari berbagai elemen masyarakat. Proyek bernilai kontrak fantastis mencapai Rp13.153.177.000,- ini dilaksanakan oleh penyedia jasa PT Rajawali Aries Kreasindo di kawasan jalur utama perkotaan.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi pengerjaan—salah satunya di sepanjang koridor komersial dan area perbankan KCP Serpong—terlihat dinamika aktivitas pengerjaan fisik di lapangan. Aktivitas alat berat dan mobilitas pekerja di tepi jalan raya utama tersebut menampilkan dua aspek penting terkait penerapan standar teknis maupun Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Di satu sisi, pengerjaan di lapangan menunjukkan komitmen penyedia jasa terhadap penanganan dampak lingkungan sekitar. Sejumlah pekerja berseragam rompi oranye dan helm pengaman tampak aktif menyiram serta membersihkan sisa ceceran galian di badan jalan menggunakan selang air dari armada mobil pikap.
Langkah mitigasi ini sangat krusial guna memastikan area kerja tetap bersih dan tidak ada debu tebal saat cuaca terik, serta menjaga agar permukaan aspal tidak licin dan membahayakan pengendara. Pemandangan ini memperlihatkan kesiapan tim teknis dalam mengantisipasi dampak sekunder dari proyek fisik di kawasan bisnis yang padat.
Upaya pembersihan jalan ini pun mendapat respons positif dari masyarakat sekitar dan para pengguna jalan yang melintas. Muhaemin, salah seorang pengguna jalan yang sering melewati jalur tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah sigap para pekerja di lapangan.
“Penyiraman rutin ini sangat membantu pengendara motor seperti saya, karena jalan tetap bersih dan tidak ada debu pekat, serta ceceran tanah langsung dibersihkan sehingga tidak bikin licin,” ungkap Muhaemin saat dimintai tanggapan di lokasi.
Kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh para pekerja di area proyek juga terpantau berjalan cukup konsisten. Para personel lapangan terlihat mengenakan peralatan keselamatan dasar seperti helm proyek, rompi visibilitas tinggi, serta sepatu boot karet saat melakukan aktivitas penggalian maupun pembersihan jalur.
Namun demikian, di balik kebersihan lapangan tersebut, catatan analisis teknis tetap tertuju pada pengawasan metode penanaman struktur beton U-Ditch. Berdasarkan pantauan langsung pada Minggu, 2 Agustus 2026, muncul kekhawatiran terkait potensi pemasangan unit beton U-Ditch yang diturunkan ke galian tanpa penyiapan lapisan dasar yang optimal. Dalam kaidah teknis konstruksi, pemberian lapisan pasir/sertu (bedding) dan lantai kerja (lean concrete) merupakan tahapan vital untuk menjamin kerapian elevasi air serta mencegah risiko penurunan struktur (settlement) di kemudian hari.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Rajawali Aries Kreasindo, Gabe, menegaskan bahwa seluruh proses konstruksi dilaksanakan dengan tetap mengacu pada spesifikasi teknis dan dalam pengawasan tim ahli. “Kami sangat mengapresiasi perhatian rekan-rekan media dan masyarakat. Mengenai pelaksanaan di lapangan, kami memastikan seluruh proses dari penggalian hingga penataan U-Ditch tetap mengacu pada gambar rencana serta SOP teknis yang berlaku,” tegas Gabe.
Lebih lanjut, Gabe menambahkan bahwa pembersihan jalan dan penyiraman air secara berkala merupakan prosedur wajib standar perusahaan untuk memastikan lokasi kerja steril dan tidak ada debu agar tidak mengganggu ketenteraman pertokoan dan pengguna jalan. Dengan tingginya nilai investasi APBD Provinsi Banten dalam proyek ini, sinergi antara keterbukaan informasi, kepatuhan teknis, dan apresiasi warga diharapkan mampu mewujudkan infrastruktur drainase berkualitas tinggi yang tahan lama bagi masyarakat.






