Kapolda Banten : Pasca Gempa Banyak Terdapat Kerusakan Bangunan
Connect with us

Kapolda Banten : Pasca Gempa Banyak Terdapat Kerusakan Bangunan

Berita Terkini

Kapolda Banten : Pasca Gempa Banyak Terdapat Kerusakan Bangunan

Banten, Siber I Berdasarkan data dari Jajaran Polres  Pandeglang dan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Banten, pada Jum’at (14/01/2022) Pasca terjadinya Gempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Barat Daya Sumur, Banten, banyak terdapat kerusakan bangunan.

Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto mengatakan, data update dampak gempa hingga pukul 19.00 Wib , wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang terdapat beberapa kerusakan bangunan diantaranya, terjadi di Kecamatan Cibaliung dengan kerusakan 1 unit sekolah, Kecamatan Cimanggu dengan 8 unit rumah, Kecamatan Mandalawangi 1 unit rumah, Kecamatan Angsana 3 unit rumah, Kecamatan Cikeusik 1 unit rumah, 1 unit sekolah, serta 1 musholla. Selanjutnya Kecamatan Sumur 8 unit rumah, 1 sekolah, 1 puskesmas.

Selain itu, di Kecamatan Saketi terdapat 5 unit rumah, Kecamatan Jiput 3 unit rumah, Kecamatan Banjar 1 unit rumah, Kecamatan Bojong 1 musholla, Kecamatan Cigeulis 1 unit rumah, Kecamatan Picung 3 unit rumah, Kecamatan Patia 4 unit rumah, Kecamatan Panimbang 3 unit rumah, Kecamatan Pulosari 2 unit rumah, Kecamatan Labuan 1 unit rumah, Kecamatan Carita 1 unit rumah, Kecamatan Munjul 4 unit rumah, dan Kecamatan Pagelaran 5 unit rumah.

“Sebagaimana diketahui telah terjadi gempa bumi di barat daya Kec. Sumur, Banten sekitar pukul 16.05 Wib, pasca gempa Polda  Banten telah melakukan pengecekan terhadap kondisi ketinggian air laut dan dampak gempa berupa kerusakan bangunan serta korban yang dialami masyarakat,” Jelas Kapolda

Lebih Lanjut Kapolda menjelaskan, Efek getaran gempa dirasakan di seluruh wilayah hukum Polda Banten, bahkan hingga ke Jakarta, namun terdapat dampak kerusakan yang signifikan terutama di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Dampak di Kabupaten Pandeglang per 19.30 Wib yang telah didata oleh personel Polsek jajaran, sebanyak 54 unit rumah alami kerusakan, diantara nya 8 unit di Cimanggu, 1 unit di Mandalawangi, 3 unit di Angsana, 8 unit di Sumur, 5 unit di Saketi, 3 unit di Jiput, 1 unit di Banjar, 1 unit di Cigeulis, 3 unit di Picung, 4 unit di Patia, 4 unit di Panimbang, 2 unit di Pulosari, 1 unit di Labuan, 1 unit di  Carita, 4 unit di Munjul, 5 unit di Pagelaran

“Selain bangunan rumah 3 bangunan sekolah alami kerusakan diantaranya, MTS Negeri 3 Cibaliung, Madrasah Cibereum, SMP Sumur, 2 unit mushola juga alami kerusakan : di Cikeusik 1 Unit, di Bojong 1 Unit, Sementara, 1 unit puskesmas alami kerusakan di Sumur,” tegas Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda menegaskan, Pada Musibah tersebut, 1 wanita alami luka berat pada bagian kepala  yaitu di Kec. Sumur,  1 wanita bernama Sari alami luka ringan pada bagian kepala akibat kejatuhan genteng di Kecamatan Cihara, 1 laki-laki alami luka ringan pada bagian kepala akibat kejatuhan genteng di Kec. Malimping, Para korban sudah ditangani di puskesmas dengan menjahit luka

“berdasarkan data bro SDM Polda Banten, 40 unit rumah alami kerusakan,
1 unit rumah milik  Rohayah (32) di Kec. Gunung Kencana, 2 unit rumah rusak berat di Kecamatan Wanasalam, milik Endin (45) dan Ujang Sujatna (26),  di Kecamatan Warunggunung 7 unit rumah alami rusak ringan milik Arsan, Sadeli, Yanah, Didi, Oman, Reni, dan Kamah, 1 unit rumah di Kecamatan Cijaku milik Sanab, yang lainnya,
16 unit rumah di Kec. Cihara, 1 unit rumah di Kecamatan Malingping, 4 unit rumah di Kecamatan Banjarsari, 7 unit rumah di Kecamatan Cirinten, 1 unit rumah di Rangkas Bitung,” ujarnya.

Lanjut Kapolda menyampaikan, ada 3 unit sekolah alami kerusakan yaitu di MAN 3 Lebak di Kecamatan Gunung Kencana dan SMPN 3 Wanasalam, SD Negeri 1 Sukaresmi, Sobang , Untuk Objek vital PLN Labuan dilaporkan tidak ada kerusakan dan sampai saat ini masih berjalan normal.

Untuk diketahui, Kapolda Banten IJP. Dr. Rudy Heriyanto telah memberikan perintah kepada para PJU dan Kapolres Jajaran, Jajaran harus utamakan langkah-langkah antisipatif, masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada, pasca gempa, kehadiran personel di lapangan harus ada, sehingga personel Polda- Polres-Polsek diperintahkan untuk turun ke lapangan dan membantu warga, bersama dengan unsur Forkopimda melaksanakan mitigasi bencana dengan orientasi menyelamatkan warga dan membantu warga yang mengalami musibah.

Kapolda meminta agar PJU turun ke Polres Lebak dan Polres Pandeglang untuk pastikan kehadiran personel ada di tengah masyarakat.

Biro SDM Polda Banten telah menyiapkan tim psikologi untuk melaksanakan giat trauma healing bagi korban gempa.(Redaksi/Bidhumas Polda Banten).

Klik Disini
Advertisement
Baca juga...

Siber Hukum & Kriminal

To Top
Kirim Pesan
Terimakasih Atas Informasinya, Kami akan menjaga identitas pemberi informasi