Berita hari ini
Jalan Pasar Kemis Kembali Memakan Korban Tewas, Sebelumnya Sudah 4 Korban Tewas
TANGERANG,
siber.news – Jalan Raya Pasar Kemis tampaknya sukses bertransformasi menjadi “jalur prestasi” pencabut nyawa paling efisien. Selasa (24/2/2026) malam, aspal hancur kembali menelan korban seorang buruh pabrik wanita. Insiden ini melengkapi koleksi maut sepanjang Februari 2026 yang seolah sengaja dipelihara oleh pihak berwenang:
Minggu (1/2/2026): Wanita (42) tewas terlindas truk molen akibat terjatuh di aspal hancur.
Sabtu (7/2/2026): Wanita tewas menabrak dump truck setelah gagal “slalom” di lubang jalan.
Rabu (11/2/2026): Pria tewas saat bermanuver menghindari jebakan maut di aspal.
Jumat (13/2/2026): Siswi SMA tewas mengenaskan dalam perjalanan sekolah di titik yang sama.
Berdasarkan kesaksian warga, lubang maut ini hanya diberi “skincare” berupa tambalan tanah yang langsung ambyar saat hujan. Perbaikan semu ini dianggap bukan solusi, melainkan cara halus memasang ranjau menuju liang kubur. Fakta ini sekaligus menampar klaim sepihak Bupati Tangerang yang sesumbar jalan sudah mulus, padahal kenyataannya aspal masih hancur-hancuran.
Warga kini curiga anggaran miliaran rupiah sedang melakukan “diet ketat” atau menguap ke saku oknum yang hobi memangkas spesifikasi material. Muncul dugaan kuat bahwa kualitas aspal mirip kerupuk ini adalah hasil kreativitas dinas terkait demi keuntungan pribadi di atas tangis keluarga korban.
Pemerintah daerah dinilai lebih sibuk memoles citra di depan kamera ketimbang memoles jalan. Padahal, warga Pasar Kemis yang rajin setor pajak dipaksa bertaruh nyawa setiap hari hanya untuk berangkat kerja akibat birokrasi yang nir-empati.
Hingga kini, belum ada pengaspalan ulang yang serius. Selama solusinya hanya janji manis di media, warga harus tetap waspada karena lubang maut masih setia menunggu korban berikutnya sementara penguasa sibuk menyusun laporan formalitas.





















