Berita hari ini
GMAKS Sorot Proyek Drainase JLS Cilegon Rp32 Miliar: Diduga Asal Jadi
Banten,
siber.news | Proyek drainase Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon senilai Rp32,7 miliar dari APBN 2025-2026 kini menuai kritik tajam. Pengerjaan oleh PT Sentra Bangun Jaya ini dinilai tidak sebanding dengan anggaran fantastis yang dikucurkan negara.
Ketua GMAKS, Saeful Bahri, mengungkapkan adanya dugaan kuat pengurangan spesifikasi teknis di lapangan. Ia menyoroti pemasangan beton U-Ditch yang disinyalir dilakukan di atas tanah berlumpur tanpa pemadatan maksimal, sehingga rawan amblas.
“Kami menduga ada SOP yang sengaja ditabrak demi mengejar progres fisik. Jika dasar peletakan U-Ditch tidak kokoh, proyek puluhan miliar ini terancam sia-sia dan cepat rusak,” ujar Saeful Bahri dengan nada tegas.
Selain kualitas fisik, muncul dugaan lemahnya pengawasan dari pihak BPJN Banten. Pembiaran terhadap metode kerja yang semrawut mengindikasikan fungsi kontrol konsultan supervisi tidak berjalan sebagaimana mestinya.
GMAKS meminta Kementerian PU segera melakukan audit investigatif terhadap material dan metode kerja kontraktor. Transparansi sangat dibutuhkan agar pemasangan U-Ditch ini tidak hanya menjadi formalitas penyerapan anggaran semata.
“Jangan sampai proyek ini jadi ajang bancakan. Kami akan terus mengawal dan tidak ragu melaporkan temuan ini ke jalur hukum jika terbukti ada manipulasi kualitas,” pungkas Saeful.





















