Berita hari ini
Dinas PUPR Banten Pastikan Proyek Irigasi Cilampe Berjalan Sesuai Spesifikasi Teknis
Tangerang,
siber.news — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten memberikan klarifikasi resmi mengenai pelaksanaan proyek Lanjutan Rehabilitasi Irigasi Cilampe di Kabupaten Tangerang. Langkah transparansi ini diambil sebagai bentuk komitmen dinas dalam merespons masukan publik serta menjalankan keterbukaan informasi. Pihak PUPR juga mengapresiasi fungsi kontrol sosial dari masyarakat dan media yang membantu pengawasan di lapangan.
Menanggapi berbagai masukan, Dinas PUPR Banten menegaskan prinsip utama pelaksanaan proyek bahwa seluruh hasil pengerjaan wajib dibuktikan secara teknis. Pekerjaan yang tidak memenuhi standar mutu diwajibkan untuk segera diperbaiki oleh pihak kontraktor. Sementara itu, volume atau kualitas pekerjaan yang tidak terbukti di lapangan dipastikan tidak akan dibayarkan.
Terkait dokumen perencanaan, PUPR menjelaskan bahwa kesamaan dimensi tipikal pada jaringan irigasi merupakan hal teknis yang wajar. Kendati demikian, penerapan di lokasi Cilampe tetap disesuaikan dengan kondisi tanah setempat. Penyesuaian desain dilakukan secara sah melalui mekanisme field engineering sesuai Perpres Nomor 46 Tahun 2025 yang mengizinkan perubahan spesifikasi jika terdapat perbedaan kondisi faktual.
Dinas PUPR juga memastikan pengujian tanah (soil investigation) telah dilaksanakan menggunakan metode sondir dan hand boring. Data geoteknik tersebut dipakai untuk menghitung kekuatan fondasi, pasangan batu, serta daya dukung tanah agar struktur bangunan tetap aman. Untuk memastikan kekuatan struktur di bawah permukaan, tim teknis turut melakukan pemeriksaan langsung (trial pit/exposure).
Penyesuaian ketinggian bangunan dari rencana awal 3,5 meter menjadi 2,5 hingga 3 meter pada segmen tertentu terjadi akibat temuan utilitas eksisting dan kendala galian. Perubahan ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan telah diverifikasi melalui pengukuran bersama dan disahkan dalam gambar revisi resmi.
Menghadapi kendala tanah lunak dan rembesan air, metode pengeringan (dewatering) dioptimalkan dengan membuat petak kerja pendek sepanjang 5 meter. Penggunaan pompa air serta pembersihan lumpur wajib dilakukan sebelum pemasangan struktur dilanjutkan agar kualitas pasangan batu tetap terjaga.
Pada aspek keselamatan kerja, Dinas PUPR menginstruksikan konsultan pengawas dan pelaksana untuk memperketat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Setiap bentuk kelalaian K3 di area proyek akan langsung ditindaklanjuti dengan surat teguran serta instruksi perbaikan seketika.
Sistem pembayaran proyek dipastikan menerapkan aturan ketat berbasis pengukuran fisik (unit price). Pencairan anggaran hanya akan dilakukan berdasarkan volume dan kualitas pekerjaan yang benar-benar terealisasi di lapangan. Evaluasi berkala akan terus berjalan agar pembangunan Irigasi Cilampe selesai tepat mutu dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.






