Uncategorized
Baru Saja Rampung, Proyek Jalan Teluknaga – Tanjung Pasir Senilai Rp 3,6 Miliar Sudah Retak Memanjang
TANGERANG,
siber.news – Proyek pembangunan jalan betonisasi di Kabupaten Tangerang kembali menuai sorotan publik. Pekerjaan pada jalur Lanjutan Rekonstruksi Jalan Teluknaga – Tanjung Pasir ditemukan mengalami kerusakan berupa retak memanjang di permukaan beton, padahal fisik bangunan baru saja diselesaikan oleh pihak pelaksana.
Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, proyek ini berada di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang. Pekerjaan tersebut bersumber dari dana APBDP Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp 3.603.606.000,00.
Pelaksanaan pengerjaan proyek rekonstruksi ini dipercayakan kepada penyedia jasa CV. MUTIARA NAGA dengan masa waktu pengerjaan 120 hari kalender. Munculnya retakan memanjang di badan jalan yang baru jadi ini memicu kekhawatiran warga terkait kualitas material serta ketahanan struktur jalan tersebut.
Pantauan langsung awak media di lokasi pada Senin (05/10/2026) memperlihatkan jalur jalan beton yang sudah mengalami keretakan cukup panjang. Kondisi fisik bangunan yang rapuh ini memunculkan dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek dilakukan secara asal-asalan dan kurang memperhatikan spesifikasi teknis yang disyaratkan.
“Jalan ini belum lama selesai dikerjakan, tapi jalannya sudah retak memanjang begini. Kita khawatir retakannya makin parah kalau terus dilewati kendaraan,” ujar salah seorang pengguna jalan yang melintas di lokasi.
Kekecewaan senada diungkapkan oleh warga setempat yang mempertanyakan pengawasan kegiatan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Mereka menilai uang rakyat dari anggaran daerah seharusnya digunakan secara optimal untuk menghasilkan infrastruktur yang kokoh dan tahan lama.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan keterangan resmi maupun konfirmasi dari pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang terkait temuan jalan retak tersebut. Pihak CV. MUTIARA NAGA selaku pelaksana proyek juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai indikasi kelalaian teknis di lapangan.
Masyarakat berharap dinas terkait dan instansi pengawas segera turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi serta tes kekuatan struktur bangunan secara transparan. “Kami minta pihak dinas segera mengecek dan menindak tegas kontraktor pelaksana agar segera dilakukan perbaikan menyeluruh,” pintanya.






