Berita hari ini
Gedung Dirusak Lalu Ditinggalkan: Nasib GOR Nambo di Tengah Skandal Lelang Dispora Tangerang
TANGERANG,
siber.news – Rehabilitasi GOR Nambo Jaya senilai Rp1,4 miliar berakhir menjadi tumpukan puing. Proyek ini resmi dihentikan setelah Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, mengakui adanya prosedur yang tidak beres dalam proses lelangnya.
Berdasarkan salinan surat yang diterima redaksi siber.news, pemerintah mengakui bahwa pemilihan penyedia dilakukan secara paksa pada hari libur nasional. Sebuah langkah yang memicu dugaan kuat adanya pengaturan jadwal demi memenangkan pihak tertentu.
Dalam surat tersebut, Dispora juga mengaku salah karena menambah-nambahkan syarat teknis di tengah jalan. Hal ini memperkuat indikasi adanya “kongkalikong” agar hanya peserta yang telah dipersiapkan yang bisa lolos persyaratan.
Keanehan semakin memuncak karena proyek ini baru dibatalkan justru saat pengerjaan fisik sudah berjalan. Akibatnya, gedung yang seharusnya diperbaiki kini dalam kondisi hancur dan belum bisa dimanfaatkan.
Pantauan di lokasi pada Selasa (12/05) memperlihatkan pilar-pilar lobi yang sudah telanjur dibongkar kini dibiarkan berantakan. Ornamen bata yang semula rapi kini terkelupas dan berubah menjadi tumpukan sampah bangunan.
Tidak ada lagi aktivitas pekerja di lokasi proyek. Yang tersisa hanyalah material sisa bongkaran dan tumpukan material yang ditinggalkan begitu saja, menciptakan pemandangan gedung mangkrak di tengah kota.
Keputusan membatalkan proyek setelah pembongkaran gedung dimulai menunjukkan betapa buruknya perencanaan dinas. Pemerintah seolah baru menyadari kesalahan administrasi setelah kerusakan fisik pada aset daerah telanjur terjadi.
Kini, fasilitas publik yang sangat dibutuhkan warga terpaksa terbengkalai karena kerusakan tersebut. Aset daerah yang berharga justru menjadi korban dari ketidaksiapan manajerial dan rendahnya integritas oknum di dalam dinas.
Masyarakat dirugikan secara nyata karena uang pajak tidak menghasilkan manfaat, melainkan pengrusakan. Dugaan permainan di balik lelang telah mengorbankan kepentingan publik demi menutupi kecerobohan birokrasi.
Hingga saat ini, belum ada upaya perbaikan darurat untuk gedung yang setengah hancur tersebut. GOR Nambo kini menjadi bukti nyata bagaimana perencanaan yang asal-asalan bisa merusak fasilitas milik rakyat.






