Berita hari ini
Perkumpulan GMAKS Minta Klarifikasi SMKS PGRI 11 Ciledug Terkait Pengelolaan Dana
TANGERANG,
siber.news – Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) mengirimkan surat resmi kepada SMKS PGRI 11 Ciledug. Surat tersebut bertujuan meminta klarifikasi tertulis mengenai dugaan kendala administrasi dan penggunaan dana bantuan pendidikan di sekolah tersebut.
Pihak perkumpulan menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah siswa dan fasilitas kelas yang tersedia. Dengan total 18 ruang kelas untuk sekitar 1.700 siswa, sekolah menerapkan sistem pembagian waktu belajar pagi dan siang agar seluruh siswa tetap dapat terfasilitasi.
Kondisi ruang kelas yang terbatas ini diduga berdampak pada durasi jam belajar efektif siswa. Perkumpulan GMAKS mengacu pada standar nasional yang mengatur waktu belajar minimal, yang dinilai sulit terpenuhi secara maksimal dengan adanya sistem pembagian jam tersebut.
Dalam suratnya, perkumpulan juga mempertanyakan penggunaan Dana BOS tahun 2024 dan 2025. Fokus utama tertuju pada anggaran pemeliharaan sarana sekolah yang mencapai Rp1,4 miliar, namun dinilai belum terlihat adanya penambahan ruang kelas baru yang signifikan.
Selain itu, terdapat poin mengenai pengadaan alat multimedia dan pengembangan perpustakaan dengan nilai anggaran yang cukup besar. Perkumpulan meminta pihak sekolah memberikan rincian aset tersebut guna memastikan keterbukaan informasi publik di lingkungan pendidikan.
Persoalan penyaluran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp900 juta juga menjadi poin klarifikasi. Perkumpulan ingin memastikan bahwa bantuan tersebut telah diterima secara utuh oleh 570 siswa penerima melalui aktivasi rekening masing-masing.
Holida Nuriah, Koordinator Tangerang Raya Perkumpulan GMAKS, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai fungsi kontrol sosial. “Kami hanya ingin memastikan transparansi anggaran negara dan terpenuhinya hak konstitusional peserta didik sesuai standar nasional pendidikan,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak manajemen sekolah. Belum ada respons atau pernyataan dari SMKS PGRI 11 Ciledug mengenai poin-poin klarifikasi yang diajukan oleh pihak perkumpulan tersebut.








