Advetorial
Sinergi Dispora dan Fatayat NU, Pemkot Tangerang Gelar Gebyar Ramadhan Kariim di Masjid Al-Ittihad
KOTA TANGERANG,
siber.news | Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi membuka rangkaian acara Gebyar Ramadhan Kariim Al-Ittihad di halaman Masjid Agung Al-Ittihad, Jalan Kisamaun, Selasa (3/3/2026). Perhelatan ini hadir sebagai ruang syiar Islam sekaligus upaya merawat tradisi budaya lokal di tengah bulan suci.
Acara yang berlangsung mulai 14 Februari hingga 8 Maret 2026 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman. Dalam sambutannya, Herman menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, melainkan ruang memperkuat nilai sosial dan persaudaraan.
“Ramadhan harus kita maknai sebagai ruang memperkuat keimanan, ketakwaan, serta semangat berbagi. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan masyarakat Kota Tangerang,” ujar Herman yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DKM Al-Ittihad tersebut.
Momentum HUT ke-33 Kota Tangerang
Pelaksanaan Gebyar Ramadhan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan usia ke-33 Kota Tangerang. Herman menyebut momentum ini sebagai refleksi kematangan daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan humanis, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat multikultural.
“Kita jadikan keberagaman sebagai modal memperkuat persatuan dan kesatuan, sekaligus mempercepat pembangunan Kota Tangerang,” tegasnya.

Pemberdayaan Pemuda dan Pelestarian Tradisi
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan bahwa keterlibatan Dispora merupakan bagian dari pembinaan Organisasi Kepemudaan (OKP) sebagai mitra strategis pemerintah.
“Dispora memfasilitasi OKP, termasuk Fatayat NU dan KNPI. Ini bentuk dukungan agar organisasi kepemudaan terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Kaonang yang didampingi jajaran pejabat eselon III Dispora.
Berbeda dengan kegiatan Ramadhan pada umumnya, Gebyar Ramadhan Kariim tahun ini mengombinasikan unsur edukasi religi dan hiburan tradisional. Berbagai lomba digelar, mulai dari bidang pendidikan keagamaan hingga pertunjukan tradisi membangunkan sahur menggunakan bedug. Peserta pun melibatkan santri dari pondok pesantren hingga siswa sekolah umum.
Target Menjadi Agenda Nasional
Ke depan, Pemkot Tangerang menargetkan Gebyar Ramadhan Kariim Al-Ittihad dapat masuk dalam kalender perhelatan nasional. Dengan demikian, peserta yang berpartisipasi diharapkan tidak hanya dari lokal, tetapi juga menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga daerah lain di Indonesia.
Upaya ini diyakini akan semakin memperkuat citra Kota Tangerang sebagai kota yang religius, harmonis, dan berbudaya, sekaligus menjadi wadah kolaborasi positif antara pemerintah dan generasi muda…(ADV).





















